DKI Pertahankan Mahkota Juara Kejurnas Inkai 2010
Minggu, 28 Februari 2010Atlet Wushu Jatim Ikut Kejuaraan Dunia
Senin, 12 Oktober 2009TRIBUN, Surabaya - Tiga atlet wushu dari Jawa Timur bergabung dengan kontingen Indonesia, Progam ini terkait dalam pengiriman tim dalam Kejuaraan Dunia di Toronto, Kanada, yang renananya diselenggakan pada 23-30 Oktober.
Manajer Puslatda Wushu Jatim Pujianto yang ditemui wartawan di Surabaya, Senin (12/10), mengatakan, ketiga atlet yang berangkat ke Kanada, terdiri dari dua atlet nomor shansou yakni Fadzillah Oscar Yakut dan Gunawan, serta atlet Yuliana Kurniawan yang akan tampildi nomor taolo.
Oscar Yakut yang diproyeksikan untuk PON 2012, meraih medali perak pada kejuaraan dunia wushu junior di Bali tahun lalu. Sementara Yuliana Kurniawan yang pernah beberapa kali tampil di ajang internasional, termasuk kejuaraan Asia 2008, diharapkan mampu masuk peringkat 10 besar dunia.
Pada kejuaraan dunia itu, Indonesia rencananya mengirimkan sebanyak 18 atlet, delapan di antaranya turun di nomor taolo dan sisanya mengikuti nomor shansou."Ini kesempatan berharga buat ketiga atlet puslatda tersebut untuk menimba pengalaman sekaligus uji kemampuan. Syukur-syukur bisa meraih prestasi maksimal," katanya.
Menurut Pujianto, sekalipun tidak masuk sepuluh besar, dia berharap event ini mampu meningkatkan kemampuan Yuliana, Oscar Yakut dan Gunawan. Di Toront, Yuliana rencananya berlaga di nomor chang quan, golok dan toya, yang mengantanya sebagai penyumbang medali emas Kontingen Jatim dalam PON 2008 lalu. (rim)
Gulat Sidoarjo Andalkan Dian Yanuar
Rabu, 02 September 2009
PENGCAB Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sidoarjo yakin mampu meraih medali emas Porprov II di Malang, 5-10 Oktober. Target beban yang diharapkan mampu dikantongi hanya sekeping emas.
Kendai demikian, Ketua Haria PGSI Sidoarjo Nafik, yakin jumlah medali yang mampu direnda para pegulat Sidoarjo mampu melewati target pengcab. Keyakinan itu muncul lantaran kesiapan para atlet serta peningkatan skil mereka selama puslatcab.
"Skill pegulat di atas kertas menjanjikan medali. Namun berdasar peta persaingan yang ada, untuk sementara kami mengandalkan Dian Yanuar yang mampu memenuhi target medali pencab," kata Nafik di sela-sela latihan para pegulat Sidoarjo, Rabu (2/9).
Menurut Nafik, Dian diunggulkan lantaran prestasinya meraih medali emas Kejurda 2008. Atlet yang baru saja lulus dari SMANOR Sidoarjo itu pernah meraih predikat pegulat wanita terbaik di ajang Piala Wali Kota Surabaya 2007. "Kami optimistis karena tahu bahwa pegulat yang tampil di porprov II nanti adalah atlet yang berlaga di kejurda," sambung Nafik.
Menyongsong porprov II, Pengcab PGSI Sidoarjo menggeber latihan empat kali dalam sepekan. Dua kali dilakukan di Prambon (Sabtu, Rabu) dan dua kali di SMANOR (Selasa, Jumat ).
Di porprov II nanti, Sidoarjo hanya menurunkan sembilan pegulat, yaitu enam pria dan tiga wanita (lihat grafis). "Di sektor pria, kami sengaja tidak ikut di kelas 42 kg, 45 kg, 48 kg, dan 51 kg. Sebab, di kelas-kelas itu, pegulat kami belum terlalu mumpuni," bebernya. Untuk sektor pria, lanjut Nafik, Sidoarjo berharap pada Septian Eko Adi Pratama yang kini tercatat sebagai siswa SMANOR. (vd/jap)Pasuruan Kantongi Tiket Silat Terbanyak
Sabtu, 01 Agustus 2009
, Surabaya, 29 Juli hingga 1 Agustus lalu. Dalam kejuaraan yang diikuti 37 kabupaten/kota dengan mempertandingkan 6 kelas putra dan 4 kelas putri di nomor sabung (pertarungan), serta 3 kelas putra–putri di nomor TGR (seni) itu, ternyata kontingen Kab. Pasuruan berkibar sebagai tim terbanyak dalam meloloskan pesilat. Pesilat dari kabupaten pesisir Jawa Timur yang dipimpin Dade Angga ini yang lolos sebanyak 17 atlet. Mereka akan tampil di 12 kelas dengan rincian 7 pesilat tampil di 7 kelas sabung dan 10 pesilat di 5 kelas TGR.
Sedangkan kontingen Kota Surabaya sebagai tuan rumah Pra-Porpov cabor silat hanya menempati posisi kedua dengan meloloskan 16 pesilat yang akan tampil di 10 kelas yaitu 4 pesilat di 4 kelas sabung dan sisanya tampil di 6 kelas TGR.
Sukses tim silat Kab. Pasuruan dalam Pra-Porpov yang meloloskan 180 pesilat itu, diakui Agus Sutiadji, Ketua IPSI Kabupaten Pasuruan, merupakan sebuah kabar menarik yang patut dibanggakan. Namun harus diwaspadai dan dipertahankan sebagai sebuah amanah daerah.
Karena itu, Agus saat dihubungi ponselnya mengatakan, sepulang dari Surabaya para pesilat yang lolos hanya diberi kesempatan recovery tenaga tak lebih dari tiga hari. Selanjutnya 17 pesilat tersebut akan digembleng dalam kamp pemusatan, sehingga skill tanding dan fisik mereka siap duel saat diturunkan dalam arena Porpov di Malang.
“Secara prestise, saya yakin 17 pesilat itu paling tidak mampu mencuri 5 keping emas Porprov. Kendati demikian, kami tidak akan memberi target pada mereka. Kami khawatir beban medali justru akan menjadi bumerang bagi mereka,” ujarnya.
Sedangkan pelatih Puslatda PON 2012 Jatim cabor pencak silat, Karyono disela-sela pertandingan babak perempat final mengakui, sukses kontingen Kab. Pasuruan ini sangat mengejutkan dan diluar dugaan. Demikian pula kegagalan yang dibukukan kontingen Surabaya. Namun hasil ini telah membuktikan, bahwa peta cabor pencak silat di Jatim sangat berimbang.
“Gagalnya Surabaya dalam kejuaraan perebutan tiket Porprov ini harus segera menjadi kajian tim silat Surabaya. Salah satunya hendaknya segera menguba sistem pembinaan atlet dan meningkatkan skill atlet, khususnya terhadap pesilat yang akan tampil di nomor sabung,” ujar pelatih yang pernah mengantarkan timnas silat Brunei Darussalam bekibar di arena Sea Games ini.
Lampu kuning yang dilontarkan terhadap perlunya perbaikan terhadap sistem pembinaan pesilat Surabaya itu, diakui, karena selama tiga hari mengamati penampilan para pesilat remaja yang tampil dalam Pra-Porpov, ia hanya menemukan 4 bibit pesilat potensial yang layak masuk tim bayangan Puslatda Pon 2012. Ironisnya keempat pesilat tersebut bukan berasal dari Surabaya, tapi berasal dari Banyuwangi, pasuruan, Sumenep, dan Jember.
Berdasar hasil pantauan yang dilakukan itu, Karyono menilai, bahwa IPSI Surabaya perlu meningkatkan sistem penggemblengan terhadap para atletnya. Sehingga sisa waktu dua bulan ini dapat digunakan maksimal untuk mengantarkan 16 pesilat yang mengantongi tiket Porprov II mampu mencuri 6 medali emas, khususnya di nomor sabung yang peta persaingannya sangat ketat. (pvardhana88@gmail.com)
Soekarno Marsaid: Pra-Porpov Silat Tak Akan Diwarnai Masalah
Rabu, 29 Juli 2009oleh Prima Sp Vardhana
SEBANYAK 382 pesilat dari 37 Pengkot/ Pengkab IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) tampil dalam kejuaraan Pra-Porvov (Pekan Olahraga Provinsi) II di Gelanggang Remaja, 29 Juli – 1 Agustus. Para pesilat itu akan bertarung memperebutkan tiket tampil di arena pencak silat Porprov II di Malang, 5 – 10 Oktober mendatang. Karena itu, peta pertarungan yang akan terjadi dapat diprediksi berlangsung ketat, keras, dan penuh emosi.
“Kendati persaingan yang akan berlangsung sangat ketat dan penuh emosi, saya yakin dalam even ini tidak akan terjadi sebuah masalah serius yang harus melibatkan KONI Jatim,” kata Ketua Harian KONI Jatim, H. Soekarno Marsaid seusai meresmikan pembukaan kejuaraan tersebut.
Keyakinan tidak akan terjadinya permasalahan serius dalam Pra-Porpov Pencak Silat, menurut mantan Bupati Sumenep ini, karena atmosfer yang dimiliki cabor pencak silat kental dengan sikap fanatisme perguruan dan daerah. Sehingga sangat tidak mungkin akan terjadi sebuah permasalahan serius yang harus melibatkan KONI Jatim, seperti yang terjadi dalam Pra-Porpov Sepak Bola.
Namun, Soekarno dalam sambutannya juga wanti-wanti pada para peserta Pra-Porpov agar bertarung secara sportif dan tampil profesional. Artinya, para peserta hendaknya tidak menunjukan sikap protes yang bernuansakan emosi. Sebaliknya belajar untuk melakukan protes memanfaatkan jalur yang disiapkan panitia penyelenggara, sehingga nantinya peserta akan terbiasa bersikap profesional dan menjunjung tinggi aturan yang ada.
“Jika para peserta terlatih melakukan protes atas kebijakan wasit dan juri yang dianggap tidak tepat dengan menggunakan jalur protes yang diatur panpel, saya yakin dalam Porpov nanti mereka juga akan terbiasa untuk bersikap profesional dan menjunjung tinggi peraturan yang disiapkan panpel,” ujarnya.
Konsep penyelenggaraan Pra-Porpov cabor Pencak Silat ini, menurut Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jatim, Irmantara Subagio, sebagai cara untuk melakukan seleksi atas jumlah pesilat yang tampil dalam Porpov II di Malang. Pertimbangannya lataran terjadinya ketimpangan antara jumlah pesilat yang diandalkan 37 kabupaten/kota dengan waktu penyelenggaraan Porprov yang hanya satu minggu.
“Jika pencak silat diselenggarakan tanpa pra-Porpov, maka waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan juara di tiap-tiap kelas dan kategori dibutuhkan waktu lebih dari waktu yang sudah diatur panpel Porprov,” kata mantan petenis nasional ini.
Sedangkan pesilat yang berhak tampil di Malang, dikatakan, adalah pesilat yang mampu masuk dalam babak delapan besar untuk nomor sabung. Sehingga jumlah total pesilat yang nantinya tampil di Malang untuk nomor Sabung (pertarungan) dan TGR (Seni) sekitar 120-an pesilat. (pvardhana88@gmail.com)
Forki Jatim Kirim 48 Karateka ke Piala Mendagri XIII
Selasa, 28 Juli 2009oleh Prima Sp Vardhana
BERKEKUATAN 48 karateka, Fedserasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Jawa Timur meluruk ke arena Kejurnas Junior Piala Mendagri XIII dan Mendiknas II di Bandar Lampung. Kontingen yang terdiri dari para karateka hasil Kejuaraan Daerah (Kejurda) itu akan bertarung mulai 31 Juli hingga 3 Agustus.
Kekuatan yang dikirimkan Forki Jatim dalam kalender tahun 2009 ini, diakui manajer tim Drs. Atjuk sukotjo, jumlahnya berlipat kali dari pasukan yang dikirim pada kalender 2007 dengan kekuatan 6 atlet. Selain faktor dana pengiriman atlet yang mumpuni, pengiriman kontingen kali ini memiliki bervariasi program pembinaan yang ingin dicapai pengurus. Salah satunya, program regenerasi atlet yang harus berlangsung kontinyu.
Program lainnya, karena Forki Jatim terobsesi untuk menemukan bibit-bibit karateka junior andalan yang dapat dijadikan tim pelapis dalam Puslatda PON 2012. Barometer yang akan digunakan pengprov dalam menghadiakan tiket bergengsi masuk tim pelapis Puslatda itu, karateka junior yang tampil harus mampu menunjukkan kualitas skillnya sebagai sosok karateka potensial yaitu merebut medali emas atau perak.
Kendati demikian, kontingen yang diberangkatkan Forki Jatim itu tidak dibebani target medali. Menurut Atjuk, pengprov sengaja tidak membebani target medali pada karateka yang berangkat, karena pengprov tak ingin membuat mereka bertarung dengan beban psikologis yang berpeluang merusak skill mereka saat di tatame pertarungan.
“Jika beban medali justru berpeluang merusak skill mereka, maka pengurus sepakat tidak memberikan beban medali pada kontingen yang berangkat. Hanya saja para karateka diminta tampil maksimal dan bertarung secara sportif. Soal poin dan medali biar tim wasit yang menentukan,” ujar atjuk didampingi pelatih kepala Dicky BS.
Dengan target tampil maksimal dan sportif itu, Atjuk yakin, kontingen yang dipimpinnya mampu membawa medali emas lebih banyak dari Kejurnas Piala Mendagri XII lalu. Pada kejurnas tahun 2007 itu Jatim dengan kekuatan enam karateka membawa pulang 1 emas 2 perak dan 3 perunggu.
Dasar keyakinan Atjuk akan kemampuan timnya membawa pulang medali lebih banyak dari tahun 2007, karena karateka yang diberangkatkan sudah mengalami masa pendadaran sejak awal Juni lalu. Setiap minggunya digembleng tiga kali dalam teknik dan fisik, sehingga saat diberangkatkan kondisi stamina para karateka tengah dalam puncak kemampuannya dalam merebut medali.
Medali yang diperebutkan dalam Kejurnas Piala Mendagri, jumlah totalnya 56 medali emas.
“Secara pribadi, saya optimistis bisa meraih sedikitnya 10 emas. Kans tertinggi berada di sektor pemula dan prapemula. Jatim memiliki beberapa atlet cilik yang sudah berpengalaman terjun di kejurnas,'' katanya.
Selain itu, pria berambut perak ini mengaku sangat berharap terhadap kredo karateka under-21, Herga Yoga. Atlet berusia 20 tahun itu sudah meraih emas dalam dua kali keikutsertaannya, yakni pada 2007 dan 2008. Dia juga masuk skuad Indonesia saat terjun di kejuaraan AKF Junior (Kejuaraan Asia Karate) edisi 2008. ''Karena itu, saya berharap Herge dalam kejurnas kali ini mampu kembali menunjukkan kelasnya dengan meraih emas,'' ujarnya.
Sedangkan kontingen Forki Jatim yang berangkat terdiri dari 5 karateka kategori Usia Dini, 11 karateka Pemula (KU 12-13th), 10 karateka Cadet (KU 14-15th), 15 karateka Junior (KU 16-17 th), dan 7 karateka Under-21 (KU 18-20th). (pvardhana88@gmail.com)
INKAI Juarai Kejurda Karate Jatim 2009
Minggu, 19 April 2009
oleh Prima Sp Vardhana
SEBAGAIMANA prediksi perguruan lain pasca perpecahan perguruan Lemkari, Inkai (Institut Karate-Do Indonesia) Jatim berhasil memborong medali Kejurda Karate Jatim 2009 di GOR CLS Jl . Kertajaya Indah, Surabaya. Medali yang diborong dalam kalender even FORKI Jatim selama tiga hari, 17 – 19 April, sebanyak 22 emas, 16 perak dan 21 perunggu.
“Sukses perguruan kami menjuarai Kejurda forki Jatim ini tidak hanya membanggakan kami, tapi juga menjadi sebuah beban moral yang hars kami pertahankan pada tahun mendatang,” kata Ketua harian Inkai Jatim, Ir. Prwanto seusai penobatan predikat juara umum.
Sukses ini, menurut ia, merupakan hasil pembinaan intensif selama setahun terakhir. Selain latihan, perguruan juga rajin mengirimkan atlet ke kejuaraan di berbagai jenjang, mulai dari kejuaraan setingkat daera, regional, hingga nasional. Sedangkan peringkat runner-up ditempati kontingen Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Jatim dengan 16 emas, 8perak, dan 11 perunggu. Tempat ketiga diisi kontingen Lemkari (Lembaga Karate-Do Indonesia) dengan 9 emas, 4 perak, dan 12 perunggu.
Bagi Fork Jatim penyelenggaraab tahun ini merupakan sebuah kejutan dalam merenda sistem pembinaan karateka. Bagaimana tidak. Even sekelas kejuaraa daerah ini berhasil diikuti 843 karateka dari 17 perguruan dan 24 Forki cabang. Sedangkan kelas yang dipertandingkan sebanyak 69 buah.
Partai bergengsi itu pun berakhir dengan susunan juara sebagai berikut Kelas under 21 putri di rebut Sofia dari Forki Sidoarjo, yunior putri Marthina Inkai Jatim, senior putri Noni Ayu Forki Malang, under 21 putra Samsul Inkanas Jatim, yunior putra Angga L Inkanas Jatim dan senior putra Hengki dari Inkanas Jatim.
Hasil Kejurda ini, menurut Ketua Umum Forki Jatim Totok Lusida didampingi Ketua Harian Johanes Kunto, nantinya akan diproyeksikan untuk tampil dalam Kejurnas. Para Juara junior akan ditampilkan dalam Kejurnas Piala endagri, sementar juara senior akan dikirimkan dalam Kejurnas Piala KSAD.
“Para karateka juara Kejurda ini berkesempatan menggusur karateka Puslatda PON XVIII, senyampang mereka mamp mendulang medali emas. Sebaliknya untuk karateka Puslatda yang gagal mencuri emas Kejurnas akan langsung ditendang dari kamp Puslatda,” kata Totok Lusida dengan suara blak-blakan. (pvardhna88@gmail.com)








