Hadi Sutjipto Mencalonkan Diri dengan Jaminan 'People Power'
Selasa, 26 Januari 2010Syaiful Ilah Melenggang Tanpa Rival Sebanding
Senin, 25 Januari 2010Nama Dua Kyai Difitnah untuk SMS Anti Sutjipto
Sabtu, 23 Januari 2010Isi SMS itu informasi tentang adanya gerakan dari kelompok para Kyai NU dan PKB yang menolak pencalonan Pak Tjip –panggilan populer Hadi Sutjipto- untuk mendampingi Syaiful Ilah sebagai Calon Wakil Bupati.
Hadi Sutjipto Daftar Cawabup ke Desk PKB
Rabu, 20 Januari 2010Saat mendaftar, anggota DPRD Jatim dari dapil Sidoarjo-Surabaya itu mengisi daftar hadir, lantas melengkapi berkas administrasi. Tak lupa, dia menyerahkan uang pendaftaran Rp 50 juta. Ironisnya, Sarjana Ilmu Politik itu tak membawa foto dan salinan ijazah terakhir. Tapi, dia diberi toleransi melengkapi hingga Minggu (24/1). Jika tak bisa memenuhi, dia bersedia dicoret dari daftar nama bacawabup PKB.
Sepertinya, waktu yang diberikan PKB itu tidak cukup untuk mengurus kekurangan tersebut. ''Saya menghargai penjaringan PKB. Saya bersedia dicoret karena alasan waktu,'' katanya.
Pada menit-menit terakhir Akhmad Khoiri datang paling akhir ditemani dua orang dekatnya. Kader NU itu menyerahkan ''mahar'' Rp 50 juta. Menurut Khoiri, dirinya serius maju mendampingi bacabup Saiful Ilah.
Sekretaris PKB Sidoarjo itu merasa terpanggil untuk memajukan Sidoarjo. Warga NU Sidoarjo, kata dia, merupakan mayoritas. Karena itu, dia ingin menjadi representasi warga NU. ''Jangan orang lain yang diusung, utamakan kader sendiri,'' ucap wakil direktur RS Siti Hajar tersebut. (vd)
Gesang - Sutjipto Bersaing Dalam Istikhoroh Para Kiyai
Senin, 04 Januari 2010
TRIBUN - Sidoarjo, Sosok yang layak mendampingi Syaiful Ilah maju dalam Pilkada Sidoarjo 2010, ternyata mengkristal menjadi dua orang yaitu Komisaris PT Minarak Lapindo Jaya, Gesang Budiarso dan Asisten I Sekdakab Sidoarjo Bidang Tata PemerintahanSidoarjo H. MG Had Sutjipto. Keduanya memilik peluang yang sama untuk mendampingi Syaiful Ilah.Dua nama itu muncul dalam istikhoroh para Kiyai NU, sebagaimana diakui KH Achmad Rofi'i, Ketua Syuriah PC NU Sidoarjo.
“Saat istikhoroh pertama, ada tiga orang yang muncul. Namun, sekarang sudah tinggal dua orang. Satunya pengusaha yang berkaitan dengan tragedi lumpur Laindo Jaya, sementara satu sosok lainnya birokrat murni,” kata anggota tim istikarah yang akrab disapa Gus Rofiq itu.
Kiai asal Jabon ini memang tidak bersedia menyebutkan nama. Namun dia memberi isyarat dua nama itu tak berbeda dengan yang pernah terungkap sebelumnya. “Saya kira semua sudah tahu siapa dua nama yang layak mendampingi Pak Saiful,” ujarnya.
Pengerucutan dua nama itu, menuut dia, sudah diamini seluruh kiai yang tergabung dalam tim istikarah, termasuk kiai sepuh dari Kediri.
Dalam waktu dekat ini, lanjut Gus Rofiq, tim sukses Saiful akan mengumumkan, siapa yang bakal dipilih mendampinginya. Lagi-lagi, istikarah para kiai mengambil peranan penting. “Yang jelas, Pak Saiful sudah dapat dipastikan tidak akan menolak hasil istikarah para kiai,” katanya.
Pengumuman yang diungkapkan Gus Rofiq itu, ternyata disambut senyuman oleh Mbah Di. Menurut sesepuh masyarakat Tulangan dan Krian itu, penguman yang disampaikan Ketua Syuriah PC NU Sidoarjo itu bernuansa politis. Pengumuman itu sangat tendensius menunggu sambutan dua sosok yang diummkan itu.
"Sebagai Kyai yang menjadi panutan masyarakat, seharusnya para Kyai NU itu tidak bersikap demikian. Beralaskan hasil Istikhoroh, lalu menyebut nama dua orang yang layak jadi pendamping Syaiful Ilah," ujarnya.
Sikap para Kyai NU itu, dinilainya, secara agamis sangat "melecehkan" kekuasaan dan kebesaran Allah SWT. Sebab dalam Quran, Allah telah berfirman akan mendatangan seoang pemimpin kaum yang pilihan dan teraik diantara kaumnya. Artinya, Allah tidak akan mengirmkan seseoang yang pernah merusak sebuah kaum untuk menjadi pemimpin kaum yang dirusaknya.
"Lalu kenapa nama Gesang Budiarso yang jelas-jelas perusahannya PT Lapindo menjadi sumber petaka masyarakat Sidoarjo, kok dimunculkan Allah dalam Istikhoroh para Kyai tersebut. Hal ini sangat gak masuk akal dan menyalahi Quran," ujarnya.
Karena itu, Mbah Di meminta para Kyai NU itu hendaknya segera bertobat. Pasalnya memanfaatkan kekuasaan dan kebesaran Allah untuk membuat Syaiful Ilah bingung, dosanya sangat besar. (vd)
Sholeh Calon Independen Usungan Forkoba
Kamis, 22 Oktober 2009Syaiful Ilah Hadiri Silatuhrohmi Akbar Muhammadiyah Sidoarjo
Sabtu, 10 Oktober 2009Win Hendarso Promosikan Hadi Sutjipto
KARIER MG Hadi Sutjipto sebagai birokrat di Pemkab Sidoarjo kian mengkilap. Setelah tiga tahun lebih menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten (Dispendikkab) Sidoarjo, akhir 2005-2009, pria yang akrab dengan para wartawan ini masukdalam gerbong mutasi pejabat yang digulirkan Bupati Sidaorjo Drs. Win Hendrarso, Juma (9/10).
Mantan Kepala Dinas Infokom ini dipercaya Win mengisi jabatan baru sebagai Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo. Sebuah jabatan promosi yang sangat strategis di Pemkab Sidoarjo. Pasalnya keberhasilan sosok Bupati dalam memimpin daerah sangat bergantung pada kapabelitas pejabatnya, bersama pejabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Asisten Administrasi Umum. Karena itu, tugas tiga pejabat asisten ini merupakan “ujung tombak” dalam membantu Pejabat Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan perangkat daerah.
Sedangkan fungsi organisasi ketiga pejabat asisten itu dalam Pemkab Sidoarjo adalah Penyusunan kebijakan pemerintahan daerah; Pengkoordinasikan pelaksanaan tugas perangkat daerah; Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah; Pembinaan administrasi dan aparatur pemerintahan daerah; dan Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Jabatan baru yang kini disandang Hadi Sutjipto sebelumnya ditempati oleh Djoko Saptono, yang sudah memasuki masa purnatugas. Sedang kursi Kepala Dispendikkab yang ditinggalkan, dipercayakan Win Hendrarso pada Ir. Agoes Boedi Tjahjono yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi, UKM, perindustrian, Perdagangan, Energi dan SDM. Dan, kursi yang ditinggalkan Agoes hingga gerbong mutasi bergulir, Jumat (9/10), dibiarkan kosong. Namun, sebuah sumber yang dekat dengan Win Hendarso memastian kursi Agoes akan dipercayakan pada Ir. Ali Gofar, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pasar.
“Jabatan yang dipercayakan Bupati bagi saya adalah tugas dan pengabdian. Namun sebagai seorang manusia jabatan baru apapun adalah sebuah amanah dari masyarakat yang harus saya laksanakan semaksimal diri,” kata Hadi Sutjipto saat dihubungi ponselnya.
Karena itu, dalam waktu 30 hari kerja, pria penggemar sepatu Adidas ini akan menyesuaikan diri pada jabatan barunya. Mengenal dan mendalami tugas-tugas barunya, sehingga ke depannya ia dapat melaksanakan semua tugas pokok dan fungsinya membantu Bupati dengan lancar.
Dalam gerbon mutasi diahir jabatannya ini, Win memutasi 46 personil dari jajaran eselon II hingga IV. Menurut orang nomor satu di kota Delta ini, mutasi kali ini dilakukan sebagai penyegaran jabatan dan juga untuk mengisi kekosongan jabatan karena ditinggal pensiun. "Mutasi ini tidak akan berhenti sampai di sini dan masih berlangsung lagi tahun depan," katanya.
Momen mutasi ini, dikatakan, merupakan regulasi biasa yang dilakukan, khususnya di jajaran birokrasi. Usaha memutasi para pejabat ini dilakukan, karena banyak pejabat yang sudah memasuki masa pensiun. "Pejabat yang memasuki purna tugas itu antaa lain Hariyadi Purwantoro, Djoko Saptono, Sudjarwo dan Slamet Riyadi. Dengan kondisi ini, maka posisi yang ditinggalkan harus segera diisi pejabat baru agar roda pemerintahan tidak komplang ," ujarnya.
Dari penetapan jabatan itu, orang nomor satu di kota delta itu menekankan pada tugas dan fungsi seorang birokrat. Ia berharap, dalam melaksanakan tugasnya, pelayanan publik secara prima harus tetap diutamakan. "Saya meminta agar pejabat harus mempunyai visi yang jelas yakni untuk membangun masyarakat dengan memfokuskan pada konsistensi pelayanan publik," katanya.
Lebih lanjut ia meminta kepada seluruh bawahannya untuk terus dan tetap melakukan inovasi-inovasi. Sebab dengan cara itu, pelayanan publik kepada masyarakat diharapkan bias berjalan secara maksimal. "Apa yang sudah dilakukan oleh pejabat yang lama harus diteruskan oleh pejabat yang baru, dan tidak boleh turun, minimal sama," katanya.
Win juga menegaskan, bahwa penetapan seorang pejabat memerlukan pertimbangan khusus. Ia tak akan memilih pejabat berdasarkan subyektifitas, tapi berdasar pada berbagai aspek, termasuk bagaimana kredebilitasnya, integritasnya maupun profesionalitasnya. "Yang penting bagaimana ia bisa memberikan dedikasinya dan loyalitasnya pada negara dan bangsa," katanya. (vd/nta)
Emy Susanti Tak Tertarik Ikut Berebut W-1
Sabtu, 22 Agustus 2009
oleh Nikolai Miftahurrahman
MEMATANGKAN strategi atau tahu diri atas lemahnya kepopuleran di mata masyarakat Sidoarjo, maka orang terdekat Hj. Emy Susanti buru-buru mengumumkan, bahwa permaisuri Bupati Sidoarjo H. Win Hendrarso itu tak akan maju dalam bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Sidoarjo 2010 mendatang.
”Bu Emy sudah bilang ke saya, beliau tidak akan maju, kok. Jadi peta pilbup yang mulai memanas saat ini jangan dikait-kaitkan lagi dengan Bu Emy. Kasihan dia,” kata salah satu orang dekat Emy yang juga pejabat structural di Pemkab Sidoarjo ini wanti-wanti, Jumat (21/8).
Selain itu, pengumuman tersebut sangat kontroversi dengan rumor yang berkembang sejak pertengahan 2008 lalu, bahwa Ketua Penggerak PKK Sidoarjo, Direktur Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak Sidoarjo, sekaligus dosen FISIP Unair itu disiapkan Bupati Win sebagai pengganti yang disiakan saat suksesi pada tahun 2010.
Semua rencana besar mendongkrak citra dan kepopuleran Emy yang tidak pernah diakui Win Hendrarso itu, ternyata berantakan di tengah jalan. Selain rontok oleh hasil sigi popularitas yang menempatkan Emy Susanti di peringkat kedua dibawah Wakil Bupati Sidoarjo H. Syaiful Ilah yang membukukan 35,5% suara responden. Sementara Emy mendapat 10,7 persen suara dari 1000 resonden survei. Juga, berantakan oleh fatwa Gus Mus (KH. Mustofa Bisri, red.) yang menegaskan, bahwa khalifah (pemimpin) digariskan agama Islam harus diemban seorang pria.
”Bu Emy memastikan tidak ikut Pilbup bukan disebabkan oleh apa pun. Karena sejak awal memang tidak pernah berminat untuk ikut. Rumour yang menyebutkan beliau ikut kan akal-akalan para wartawan agar peta Pilbup jadi berita menarik,” kata sumber tersebut sembari meninggalkan kerumunan wartawan. (nic/tribunonline@gmail.com)
Win akui Saiful Ilah Kandidat Pilbup Tersiap

oleh Prima Sp Vardhana
PEMILIHAN Bupati (Pilbub) Sidoarjo baru akan berlangsung pertengahan tahun depan. Namun nama H. Syaiful Ilah diprediksi banyak pihak sebagai kandidat kuat, yang akan melenggang ke tahta Sidoarjo 1 menggantikan Win Hendrarso.
Prediksi akan peluang Wakil Bupati Sidoarjo itu berpeluang duduk di tahta Bupati itu, salah satunya berdasar hasil survei popularitas tokoh terhadap 1000 masyarakat Sidoarjo. Dalam survei selama tiga bulan terakhir yang dilakukan sebuah lembaga survei independen dari Surabaya itu, Pemimpin PKB Sidoarjo itu memperoleh 35,5 persen suara responden. Prosentase tersebut merupakan yang tertinggi dibanding kandidat lain.
Sedangkan nama Gesang Budiarso, Komisaris Utama PT. Minarak Lapindo Jaya memperoleh 1,8 persen suara. Munculnya nama caleg Partai Golkar untuk DPR RI dari Dapil I Jatim yang gagal ini tiba-tiba menyodok ke peringkat, layak disebut mengejutkan. Selain dia sangat jauh dari birokrasi, Gesang juga termasuk tokoh penting dibalik operasional perusahaan pengeboran minyak, yang membuat perekonomian Sidoarjo merosot ke titik nadir.
Suksesi tahta Sidoarjo 1 itu diletupkan oleh Bupati Win Hendrarso saat memberikan pidato sambutan pelantikan para Anggota Dewan. Orang nomor satu di Sidoajo itu, mengatakan, tampuk kepemimpinan Sidoarjo mendatang sudah dapat dipastikan akan jatuh ke tangan Saiful.
Hasil sigi popularitas yang dilakukan sebuah lembaga survei di Surabaya itu. Menurut ia, sepintas lalu sangat meragukan lantaran responden yang disurvei tak tercantum datanya secara valid. Wilayah sebaran foam survei, misalnya. Atau pun pertanyaan yang tercantum foam tersebut. Juga waktu penyelenggaraan suvei itu dilakukan.
Sebagai hasil karya yang diakui sebuah lembaga dengan saat pemunculan data yang terkesan ujug-ujug. Win Hendrarso berharap, semua pihak yang merasa terlibat dalam bursa pilbup 2010 perlu untuk menghargai. Paling tidak sebagai data pengukur atas kekurangan diri, sehingga dapat melakukan perbaikan dan penyempurnaan untuk keberhasilan dalam pilbup mendatang.
Sedangkan Saiful Ilah yang secara tersirat mendapat lampu hijau dari Win dalam proses suksesi di tahun 2010, ternyata menanggapi survei itu sebagai sebuah kelakar yang kurang sempurna. Hasil sigi popularitas itu dinilainya kurang akurat.
”Hasil survei yang disebutkan Pak Win dan yang diumumkan kok beda. Pak Win menyebut 60 prosen, tapi yang diumumkan 35,5 prosen. Perbedaan ini jangan-jangan akibat surveinya sambil ngantuk,” katanya dengan tertawa ngakak.
Program lain yang akan dibawahnya dalam pencalonannya merebut Sidoarjo 1 adalah obsesinya mewujudkan pembangunan Kawasan Sidoarjo Baru. Titik tolak pembangunan itu adalah real estat KNV (Kahuripan Nirwana Village), yang diatas kertas salah satu anak perusahaan PT. Minarak Lapindo Jaya dengan Komisaris Utama Gesang Budianto.
Peringkat Hasil Survei Atas 1000 Responden
02. Hj. Emy Susanti (istri Win Hendrarso) - 10,7% (107 suara)
03. H. Imam Nahrawi (Ketua DPW PKB Jatim)- 3,2 % ( 32 suara)
04. Gesang Budiarso (Komisaris Utama PT. Minarak Lapindo Jaya) - 1,8% ( 18 suara)
05. H. Sarto (Ketua Partai Demokrat Sidoarjo) - 1,5% (15 suara)
06. H. Win Hendrarso (Bupati Sidoajo 2 periode) – 1% (10 suara)
07. H. Arly Fauzi (mantan Ketua DPRD Sidoarjo) – 0,6% (6 suara)
08. H. Syafiq Mughni (mantan Rektor UMU Sidoarjo) – 0,5% (5 suara)
09. Bambang Prasetyo Widodo (Dirut PT. Media Delta Espe) – 0,5% (5 suara)
10. Vino Rudy Muntiawan (Sekdakab Sidoarjo) – 0,3% (3 suara)
11. Swing Voter (responden belum menetapkan pilihan) – 43,8% (438 suara)
Hadi Sutjipto: Saya Tak Minat Tahta W-1
Rabu, 19 Agustus 2009
oleh Prima Sp Vardhana
PEMILIHAN Bupati (Pilbup) Sidoarjo baru berlangsung pertengahan 2010 mendatang, ternyata atmosfer persaingan sudah menghangat. Para calon yang telah mengikrarkan diri akan maju dalam bursa calon bupati, yaitu Wakil Bupati Sidoarjo. H. Syaiful Ilah dan Ketua Partai Demokrat Sidoarjo H. Sarto. Ataupun yang malu-malu kucing seperti yang ditunjukkan permaisuri Bupati Sidoarjo Hj. Emy Susanti Hendrarso, ternyata masing-masing secara tersirat sudah mempromosikan diri dan melempar strategi.
Gara-gara salah satu harian lokal di Surabaya merilis namanya dan beberapa nama pejabat struktural di Pemkab, juga ancang-ancang untuk mengikrarkan diri ikut bursa suksesi tahta W-1. Tak pelak lagi Hadi Sutjipto pun menjadi bahan buruan para kuli isket. Lebih mengesalkan lagi, dia harus repot membantah ucapan selamat yang disampaikan para koleganya.
Gosip tentang minatnya ikut Pilbup Sidoarjo pada 2010 mendatang, menurut ia, sebuah kabar yang tidak benar dan tidak jelas juntrungnya. Kabar itu diletupkan siapa pun untuk mengocok peta persaingan para kandidat yang sudah mengikrarkan diri, sehingga mereka merasa lawan berebut tahta W-1 bertambah.
”Soal sikap apa yang akan saya lakukan pada media lokcal dan oknum usil tersebut, biar waktu yang menentukan. Saya maafkan kelakuan mereka atau saya tuntut di jaur hukum itu soal nanti,” ujar Hadi Sutjipto bernada serius.
”Obsesi saya tiga tahun kedepan, para guru di Sidoarjo semuanya sudah memiliki sikap professional. Saat kondisi ini telah menjadi atmosfer pendidikan di Sidoarjo, saya yakin setiap tahunnya akan bermunculan deret pelajar teladan yang akan mendongkrak citra daerah di tingkat nasional,” katanya. (vd/pvardhana88@gmail.com)
Kader Demokrat Lirik Sidoarjo 1
Kamis, 13 Agustus 2009
oleh Rizky Hardiyanto
BUMI Sidoarjo yang dibelit masalah lumpur Banjar Panji akibat keteledoran kerja PT. Lapindo Brantas,. Juga diprediksi beberapa paranormal akan ambles ke bumi dan hilang dari peta Indonesia, ternyata memikat kader Patai Demokrat untu teribat dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) yang kan dgelar taun 2010 mendatang.
Menurut pria bertubuh subur ini, ketertarikan Partai Demokrat memimpin Sidoarjo lewat Pilbup 2010 mendatang sebagai langkah untuk menyempurnakan kesuksesan berpolitik, setelah keberhasilan mengantrkan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) kembali meraih tahta Indonesia 1. Dan, keberhasilan kader Demokrat Sidoarjo merebut kursi legislative di DPRD Sidoarjo lewat Pemilihan Legisltif 2009. Demokrat behasil mengantungi 11 kursi yang secara otomatis kader partai yang didirikan SBY itu berhak untuk menduduki kursi pimpinan dewan.
Kendati demikian pria kelahiran Surabaya tahun 1953 ini, mengaku belum mengetahui tentang sosok kader Demokrat yang akan ditugaskan DPP maupun DPD Jatim untuk maju ke bursa Cabup (Calon Bupati) Sidoajo tahun 2010 mendatang. “Sampai saat ini DPP dan DPD belum membei petunjuk tentang sosok yang didukung untuk maju dala bursa Cabup. Kami kader di Sidoarjo sebagai bawahan akan sumeleh dan selalu mendukung kebijakan pimpinan,” ujar suami dari H. Sri Lestari ini.
“Saat pimpinan sudah memberi petunjuk tentang sosok yang wajib didukung kader Demokrat di Sidoarjo, maka DPC akan mulai beraksi menggalang pasukan tempur untuk mengantarkan kader tersebut ke kursi Sidoarjo satu,” katanya meberi jaminan.















