2012, Sepenggal Kisah Quraan ala Hollywood
Senin, 16 November 2009Laskar Pelangi Siap Guncang FFI Fukuoka
Kamis, 17 September 2009
FILM Laskar Pelangi peraih banyak penghargaan di dalam negeri maupun di luar negeri, akan menjadi salah satu film yang diputar Ldi Festival Film Internasional Fukuoka 2009, Jepang.
Sutradara film Laskar Pelangi Riri Riza yang dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu, mengatakan, karena dirinya harus menyelesaikan proses pembuatan film kedua Andre Hirata yaitu "Sang Pemimpi" maka dia tidak bisa berangkat ke festival yang dimulai pada 18 September.
"Yang akan hadir mewakili itu Ikranegara (pemeran Pak Harfan) dan Andrea Hirata (penulis novel "Laskar Pelangi`). Besok malam mereka akan berangkat," kata Riri.
Laskar Pelangi yang bercerita mengenai perjuangan 10 anak Belitung untuk bersekolah itu telah diputar di beberapa negara di lima benua.
"Kemarin, Laskar Pelangi baru saja di putar di Harare, Namibia. Sebelumnya pernah diputar di Spanyol, Italia, Hongkong, Singapura, Jerman, lima kota di Amerika, empat kota di Australia dan Portugal," kata sutradara film yang melejit lewat film "Petualangan Sherina".
Ajang film internasional yang memutar "Laskar Pelangi" antara lain di Barcelona Asian Film Festival 2009 di Spanyol, Singapore Internasional Film Festival 2009, 11th Udine Far East Film Festival di Italia, dan Los Angeles Asia Pacific Film Festival 2009 di Amerika Serikat.
Riri mengatakan Laskar Pelangi juga akan diputar di Pusan International Film Festival 2009 pada Oktober mendatang.
Sejak dibuat tahun 2008, "Laskar Pelangi" telah meraih penghargaan internasional antara lain The Golden Butterfly Award untuk kategori film terbaik di Internasional Festival of Films for Children and Young Adults di Hamedan, Iran.
"Laskar Pelangi" masuk nominasi kategori film terbaik di Berlin Internasional Film Festival 2009, pada Asian Film 2009 di Hong Kong, dan editor filmnya yaitu W. Ichwandiardono menjadi nominator untuk kategori editor terbaik. (nab/nta)
Prequel yang Ingin Mengulang Sukses Induknya
Senin, 14 September 2009
oleh Prima Sp Vardhana
DALAM peta perfilman dunia, serial Star Trek merupakan salah satu serial film televisi legendaries. Film seri Star Trek pertama yang lebih dikenal sekarang sebagai Star Trek: The Original Series pertama ditayangkan di Amerika Serikat di tahun 1966. Serial ini menceritakan tentang petualangan pesawat ruang angkasa USS Enterprise (NCC-1701) dengan awak Kapten James T. Kirk (dimainkan oleh William Shatner), Commander Spock yang berasal dari planet Vulcan (Leonard Nimoy), doktor Leonard McCoy (DeForest Kelley) dan lain-lain.
Ironisnya saat pertama disiarkan serial ini kurang populer dan memikat masyarakat Amerika. Sehingga setelah tiga tahun tayang, studio televisi NBC menghentikan musim tayangnya. Anehnya, setelah dibatalkan ketenaran serial ini melambung. Karena biaya produksi yang mahal, studio NBC menjual hak siar kepada stasiun-stasiun lokal. Di sinilah Star Trek mengalami kebangkitan kembali dan banyak orang menjadi penggemar setia. Demikian pula yang dialami versi animasinya yang mulai tayang pada 1973, dengan tokoh-tokoh yang sama dan disuarai oleh aktor aslinya. Serial yang bertahan selama dua tahun ini dinamai Star Trek: The Animated Series.
Pada tahun 1978, seri televisi ini direncanakan kembali dihidupkan dengan judul dalam seri Star Trek: Phase II. Tokoh Kapten Kirk akan kembali diperankan aktor Shatner, tetapi Nimoy menolak kembali memerankan sosok Spock. Sehingga karakter mahluk Vulcan yang sangat penting di serial ini digantikan oleh sosok Xon (David Gautreaux). Juga tambahan satu karakter lain, Ilia dari Planet Delta (Persis Khambatta).
Sebelum rencana ini sempat direalisasi, George Lucas meluncurkan film Star Wars yang meledak di seluruh dunia. Pihak produser Star Trek memutuskan membanting kemudi. Mengolah skenario untuk seri televisi menjadi film layar lebar dan Robert Wise dipercaya sebagai sutradaranya. Film yang diproduksi taun 1979 ini judulnya diubah menjadi Star Trek: The Motion Picture.
Dalam film ini Gautreaux mendapat peran kecil, sementara Khambatta tetap memainkan sosok Ilia. Semua aktor utama dari film televisi kembali memainkan perannya masing-masing. Itu termasuk Nimoy. Film ini meraih sukses di box office dan dilanjutkan dengan film-film berikutnya. Hingga tahun 2005 sudah ada sepuluh judul termasuk film pertamanya.
Sembilan judul lainnya adalah Star Trek: The Wrath of Khan (1982/Karya Nicholas Meyer), Star Trek: The Search for Spock (1984/ Karya Leonard Nimoy), Star Trek: The Voyage Home (1986/ Karya Leonard Nimoy), Star Trek: The Final Frontier (1989/ Karya William Shatner), Star Trek: The Undiscovered Country (1991/ Karya Nicholas Meyer), Star Trek: Generations (1994 Next Generation/ Karya David Carson), Star Trek: First Contact (1996 Next Generation/ Karya Jonathan Frakes), Star Trek: Insurrection (1998 Next Generation/ Karya Jonathan Frakes), Star Trek: Nemesis (2002 Next Generation/ Karya Stuart Baird).
Serial Televisi
Sedangkan pada tahun 1987, waktu produksi antara film keempat dan kelima, sebuah seri televisi Star Trek lain diproduksi. Serial berjudul Star Trek: The Next Generation yang dibintangi oleh awak berbeda itu mengisahkan tentang sepak terjang awak Enterprise NCC-1701-D dengan Kapten Jean-Luc Picard (Patrick Stewart) dan commander Will Riker (Jonathan Frakes). Setting waktunya sekitar satu abad setelah seri pertama. Seri ini bertahan selama tujuh tahun.
Pada tahu 1993, serial sama berudul Star Trek: Deep Space Nine mulai tayang. Serial ini mengisahkan sebuah stasiun ruang angkasa yang dipimpin Kapten Benjamin Sisko (Brooks Avery). Stasiun ini terletak di dekat Planet Bajor dan sebuah lubang cacing yang menuju ke kuadran gamma (yaitu perempat bagian lain dari galaksi bima sakti - digambarkan bahwa bumi terletak di kuadran alpha). Posisi itu membuat banyak spesies alien mampir ke bumi, sehngga konflik di antara mereka tak dapat dihindari. Seperti pendahulunya, seri ini juga ditutup setelah tujuh tahun.
Sedangkan serial Star Trek: Voyager yan mulai tayan pada 1995 dan berakhir tujuh tahun kemudian, menggambarkan perjalanan pesawat ruang angkasa USS Voyager NCC-74656 yang dpimpin Kapten Kathryn Janeway (Kate Mulgrew) yang terlempar ke kuadran delta (yaitu perempat bagian lain dari galaksi bima sakti) oleh suatu kekuatan alien. Pesawat Voyager ini sepanjang serialnya terikat dalam satu tematis yaitu mencari jalan kembali ke bumi.
Serial ke-5 dari franchise Star Trek ini tetap meneruskan semangat penjelajahan dan penemuan nilai-nilai baru yang dimulai sejak ST:TOS. Salah satu nilai dan tatanan masyarakat lama yang didobrak adalah diangkatnya seorang perempuan menjadi kapten kapal, suatu hal yang sama tabu-nya dengan adegan ciuman-antar ras yang dilakukan antara Kapten Kirk (seorang lelaki kulit putih) dengan Letnan Uhura (seorang perempuan kulit hitam) pada tahun 1960-an di dalam salah satu episode ST:TOS.
Seri terakhir yang diproduksi adalah Star Trek: Enterprise (pada mulanya disebut sebagai Enterprise saja). Serial ini mengisahkan tentang petualangan pesawat Enterprise NX-01 di bawah pimpinan Kapten Jonathan Archer (Scott Bakula). Seri ini adalah prekuel seri pertama ST:TOS, dengan latar belakang waktu sekitar satu abad sebelumnya. Mulai ditayangkan tahun 2001 dan terakhir ditayangkan pada tahun 2005. Pada awalnya serial ini memiliki rating yang tinggi sampai akhirnya terus menurun hingga musim tayang ke-3. Kondisi ini membuat Paramount Pictures memutuskan untuk menghentikan serial ini setelah musimtayang ke-4 dengan jumlah keseluruhan 98 episode.
Film Prekuel
Versi layar lebar ke-11 yang digarap JJ Abrams ini adalah prekuel yang berkisah tentang pertemuan dua pamungkas "Star Trek", Kapten Kirk dan Mr. Spock muda. Adegan dibuka dengan penyerangan USS Enterprise oleh bangsa Romulan. Penyerangan ini mengakibatkan Kapten George Kirk tewas. Dua puluh lima tahun kemudian, James Tiberius Kirk (Chris Pine) memutuskan bergabung bersama Starfleet, atas dorongan dari Kapten Pike (Bruce Greenwood). Dalam perjalanan, ia bertemu Leonard Mc Coy (Karl Urban), yang frustasi karena baru bercerai dan tak punya tempat tujuan lagi.
Pada masa pendidikan sebagai kadet, Kirk berhasil dalam simulasi ujian yang diciptakan Spock (Zachary Quinto). Sukses Kirk itu membuat Spock merasa dicurangi. Pasalnya sebelumnya belum ada yang bisa melampaui tes buatannya itu, sehingga Spock membawa kasus ini ke hadapan anggota dewan. Di sinilah pertama kali Kirk dan Spock bertemu dan langsung perang dingin. Selanjutnya, USS Enterprise NCC- 1701 harus menghadapi perlawanan dari bangsa Romulan dari masa depan, yang dipimpin oleh Nero (Eric Bana).
Dalam film itu kru Enterprise lain juga hadir lengkap, seperti Letnan Uhura (Zoe Saldana) yang punya kisah tersendiri dengan Spock, Montgomery Scott (Simon Pegg) yang menciptakan teleportasi, Chekov (Anton Yelchin) yang bertindak sebagai ahli navigasi sekaligus kru termuda, dan Sulu (John Cho) yang mahir melakukan manuver hebat dalam pertempuran.
Film yang menelan dana produksi sekitar 150 juta dolar AS ini menguntai kisahnya dengan sederhana. Penggalan alur cerita di awal yang terus maju, menyiratkan kalau Abrams tak ingin berbasa-basi. Selanjutnya, twist adegan tak dapat dihindarkan. Mengingat konstelasi ruang dan waktu tak berlaku buat "Star Trek". Tak heran jika projek ini disebut-sebut sebagai pekerjaan mahaberat bagi Abrams. Mengingat "Star Trek" adalah adalah franchise terpopuler sepanjang masa, dan satu-satunya serial orisinil yang memiliki spin-off terbanyak sepanjang sejarah pertelevisian dunia (versi Guiness Book of World Records). Sedikit saja cela dalam reboot "Star Trek", Trekkies (sebutan untuk penggemar Star Trek) yang tersebar di seluruh dunia bisa mencibir habis-habisan.
Ide prekuel ini sebenarnya sudah pernah dicetuskan Roddenberry di tahun 1968 saat menghadiri World Science Fiction Convention di Amerika. Sepeninggal Roddenberry, baru pada 2005 ide tersebut mencuat lagi saat Paramount Pictures menggaet J.J. Abrams, dua rekannya yaitu penulis Roberto Orci dan Alex Kurtzman (yang saat itu sedang menggarap "Mission Impossible III"), serta produser Damon Lindelof dan Bryan Burk untuk membuat reboot-nya.
Dengan kombinasi semacam itu (Orci-Lindelof yang Trekkie, serta Abrams-Kurtzman yang juga penggemar meski kasual), "Star Trek" mampu menarik penonton muda, tanpa harus terlibat lebih dalam dengan seri-seri sebelumnya.
Seperti rumor sebelumnya, film ganjil "Star Trek" selalu mendapat respons penonton yang lebih bagus, daripada yang bernomor genap. Dan Star Trek: The Fuue Begins merupakan seri ganjil. Kira-kira, respons apa ya yang akan didapat? Well, cukup bersantai, kencangkan sabuk pengaman, dan Anda akan dibawa Abrams berpetualang ke bagian lain semesta.
DATA FILM
JUDUL: Star Trek: The Future Begins
JENIS FILM: Eksen Fiksi Pengetahuan
SUTRADARA: JJ Abraham
PENULIS SKENARIO: Roberto Orci & Alex Kurtzman
PRODUKSI: Paramount Pictures
DURASI : 127 menit (2 jam 7 menit)
BATAS USIA: PG-13 (Remaja Wajib Didampingi Orang Tua)
BINTANG: Chris Pine (James T. Kirk), Zachary Quinto (Spock), Leonard Nimoy (Spock Prime) Eric Bana (Nero), Bruce Greenwood (Capt. Christopher Pike), Karl Urban (Bones), Zoe Saldana (Nyota Uhura), Simon Pegg (Montgomery Scott), John Cho (Lt. Hikaru Sulu), Anton Yelchin (Pavel Chekov), Ben Cross (Sarek), Winona Ryder (Amanda Grayson), Chris Hemsworth (George Kirk), Jennifer Morrison (Winona Kirk), Rachel Nichols (Gaila)
'JAMILA DAN SANG PRESIDEN', Kisah Nyata Perdagangan Perempuan
Rabu, 29 April 2009
Seorang perempuan bernama Jamila (Atiqah Hasiholan) tiba-tiba menjadi headline di semua pemberitaan nasional. Ia mengaku membunuh seorang pejabat tinggi negeri dan menolak mengajukan pengampunan hukuman mati dari Presiden.
Jamila dimasukkan dalam penjara yang dipimpin oleh seorang sipir perempuan yang sangat ditakuti, Ibu Ria (Christine Hakim). Di penjara inilah cerita Jamila bergulir, membuka sebuah luka bernama perdagangan manusia yang dialami oleh Jamila dan jutaan anak di Indonesia. Selama ini Jamila mencari adiknya yang terjerat dalam sindikat prostitusi anak, yang akhirnya mengantar Jamila ke penjara.
Persidangan Jamila menjadi panas dan semakin kontroversial dengan kemunculan kepala golongan fanatik (Fauzi Baadilah) yang mati-matian menentang pengampunan dari Presiden. Konflik di dalam penjara dengan Ibu Ria makin meruncing, sementara tekanan dari luar juga menjadi tidak tertahankan. Jamila semakin terpuruk, hukuman matinya semakin dekat.
Ide cerita JAMILA DAN SANG PRESIDEN berawal dari tiga tahun yang lalu, UNICEF meminta Ratna Sarumpaet, sutradara teater handal yang juga aktivis perempuan, untuk menjalankan sebuah penelitian mengenai woman trafficking di Indonesia. Ratna berkelana ke Batam, Solo, Indramayu, Surabaya, dan kota-kota di Kalimantan, merekam beragam cerita dari ratusan ribu korban perempuan yang kemudian disatukannya dalam sebuah pementasan teater yang sangat membuka mata. Dua ratus ribu anak di bawah umur diperdagangkan di Indonesia setiap tahunnya untuk alasan yang sangat menyedihkan, kemiskinan dan kurangnya pendidikan.
Kedahsyatan tema dan kedalaman kebenaran yang diusung oleh pementasan teater JAMILA DAN SANG PRESIDEN menghasilkan pengakuan positif dari berbagai khalayak. Mata penonton basah, kepala-kepala tertunduk, kisah Jamila begitu mewakili hingga terbawa dan terus dikenang. Cerita ini harus diteruskan, JAMILA DAN SANG PRESIDEN dikonversikan menjadi sebuah media yang lebih bisa menjangkau berbagai lapisan masyarakat, yakni melalui sebuah film. (kom)
Pemain: Atiqah Hasiholan, Christine Hakim, Adjie Pangestu, Marcellino Lefrand, Surya Saputra, Fauzi Baadilah.
'RAMBO IV: IN THE SERPENT'S EYE
Kamis, 14 Februari 2008
Resensi oleh Prima Sp VardhanaDALAM karier Sylvester Stallone sebagai seorang sineas, ada dua film yang sangat berjasa dalam membangun sosoknya sebagai seorang sineas kaliber dunia yang berhasil masuk nominasi dan merebut Piala Oscar yang diperebutkan dalam Festival Film Academy Award di Hollywood.
Dua film itu adalah serial ROCKY yang mengupas tentang kehidupan seorang petinju juara dunia fiktif bernama Rocky Balboa. Serta film serial RAMBO yang bertutur tentang perjuangan seorang mantan perang Vietnam bernama John Rambo dalam mencari jati dirinya, baik sebagai seorang ksatria, pahlawan, dan individu warganegara AS.
Secara prestise, dua serial hasil tangan dingin pria berdarah Italia itu sangatlah luar biasa. Bagaimana tidak, kedua serial tsb tidak cuma berhasil secara bisnis. Namun, juga berhasil menjadi sebuah karya monumenal yang mengibarkan citra industri perfilman Amerika di peta dunia.
Serial film tentang perjalanan hidup petarung Rocky Balboa direnda mulai Rocky (1976), Rocky II (1979), Rocky III (1982), Rocky IV (1985), Rocky V (1990), Rocky Balboa (2006) . Sedangkan petualangan sosok John Rambo dioawali lewat
Keistimewaan Stallone dalam dua seria filmnya itu, ia mendapuk dirinya dalam empat jabatan penting yang menentukan nasib sebuah film. Jabatan-jabatan itu adalah aktor utama, sutradara, penulis skenario, dan produser.
Dengan beredarnya serial ke-4 Rambo di bioskop-bioskop di Indonesia ini, menurutt catatan situs imdb, kemonceran karier Stallone dihiasi dengan prestasinya sebagai aktor di 54 film bioskop dan televisi, sementara film ke-55 berjudul Notorius untuk tayangan televisi sedang dalam masa produksi. Ia berhasil membidani film sebagai sutradara dan produser sebanyak 9 judul film termasuk Notorius dan Poe yang tegah proses produksi, dan sebagai penulis skenario sebanyak 22 film termasuk Poe.
MENGKRITIK MYANMAR
Sedangkan dalam RAMBO IV, Stallone mengemasnya sebagai sarana kritik kemanusiaan atas peperangan yang merusak psikologis suatu bangsa. Berbeda dengan serial keduanya yang bersetig Vietnam dan Afganistan sebagai seting serial ketiganya. Dalam serial keempatnya ini seting cerita dipilihnya wilayah Burma dan Myanmar, yang menjadi arena perang saudara terpanjang di dunia. Perang yang memakan jutaan korban jiwa yang mayoritas rakyat itu sudah berlangsung puluhan tahun dan hingga kini masih berlangsung.
Dalam film ini John Rambo dikisahkan telah lama meninggalkan perang. Ia bertekad tak akan melibatkan diri dalam 'kehidupan berdarah'. Rambo memilih menetap di belantara Thailand. Selain berprofesi menyewakan perahu, ia juga bekerja sebagai penangkap ular di hutan untuk disetorkan pada pemilik arena tontotan atraksi tari ular.
Namun keputusannya berubah, setelah bertemu dengan Michael Burnett (Paul Schulze) dan rekannya, Sarah Miller (Julie Benz). Mereka adalah missionaris dari Amerika Serikat yang ingin mengantar obat-obatan ke pedalaman Burma, serta bantuan bagi desa Karen di perbatasan Burma - Thailand yang menjadi wilayah perang saudara terpanjang didunia, yaitu konflik orang Burma dengan orang Karen yang sudah mencapai tahun ke-60.
Para misionars meminta Rambo untuk menjadi pemandu, karena dianggap paling tahu daerah tersebut, termasuk wilayah yang dihuni oleh Suku Karen, suku yang dianggap pemberontak oleh junta militer Myanmar. Kendati awalnya menolak, Rambo akhirnya menerima permohonan itu tapi setelah Sarah menjelaskan kondisi pengungsi yang sangat membutuhkan bantuan. Juga mara bahaya yang harus mereka hadapi dalam perjalanan ke perbatasan tersebut. Rambo mengantar rombongan misionaris hingga di pelabuhan tradisonal di bibir sungai yang ada di gerbang desa Suku Karen.
Ironisnya dua minggu pasca mengantar para missionaris tsb, Pastor Arthur Marsh (Ken Howard) yang mengirim kelompok missionaris itu membawa kabar rombongan Sarah hilang tak berkabar. Kemungkinan tertawan militer Burma. Permohonan Pastor Marsh itulah menjadi awal "turun gunungnya" Rambo dalam sebuah medan perang penyelamatan seperti di logi kedua dan ketiga.
Namun, ada suguhan lain dalam serial keempat ini. Rambo tak lagi berlaga seorang diri bak superhero di komik-komik karya DC Comic maupun Marvel. Kali ini ia melakukan misi penyelamatan dibantu tujuh tentara bayaran mantan SAR dan Green Berret.
Keunggulan lainnya, dalam film ini Stallone melakukan pewarnaan kisah dengan memasukkan cuplikan-cuplikan film dokumenter kekejaman junta militer Myanmar. Bahkan dalam beberapa adegan, ia juga memasukkan adegan pemerkosaan rame-rame para tentara Myanmar terhadap empat perawan Suku Karen. Dan, kebejatan komandan pasukan yang memiliki kegemaran memperkosa dengan mensodomi remaja pria dari suku Karen.
Karena dalam serrial Rambo, tetesan darah dan tubuh yang berantakan dihantam bom dan penangkis udara selalu tervisual. Maka, anak-anak hendaknya tak diijinkan para orang tua untuk menikmati film ini.
Susunan Kru Rambo IV
Genre : Action / Drama / Thriller
Sutradara : Sylvester Stallone
Penulis skenario : Art Monterastelli and Sylvester Stallone
Bintang : Sylvester Stallone, Julie Benz, Matthew Marsden, Matthew Marsden, Graham McTavish, Reynaldo Gallegos, Jake La Botz
Duel 'No Country' - 'There Will' Berimbang
Selasa, 12 Februari 2008
HOLLYWOOD - Persaingan memperebutkan piala Oscar sedang berlangsung. Hingga kini, posisi sementara film No Country for Old Man dan There Will Be Blood bersaing ketat menjadi terfavorit dengan masing-masing meraih 8 nominasi.
Di bawah kedua film tersebut, ada film Atonement dengan 7 nominasi. Termasuk nominasi pada kategori aktris terbaik, Keira Knightley; aktor terbaik, James McAvoy; dan sutradara terbaik, Joe Wright. Selain James McAvoy, sejumlah aktor ternama lainnya masuk dalam nominasi aktor terbaik, yaitu, Daniel Day Lewis, Johnny Depp, George Clooney, Tommy Lee Jones, dan Viggo Mortensen.
Film Bee Movie, Ratatouille, dan The Simpsons Movie bersaing di kategori film animasi terbaik.
Seperti dilansir Female First, perhelatan Oscar ini akan berlangsung pada 24 Februari di Kodak Theatre at Hollywood & Highland Cente, Los Angeles, dengan Jon Stewart sebagai pembawa acara. Kendati Golden Globe Awards batal diselenggarakan, tapi kesemarakan Academy Award ahun ini tidak akan terpengaruh. Salah satu pertimbangannya, karena selama tiga tahun terakhir tidak ada satu pun film terbaik versi Golden Globes mampu meraih Oscar di kategori film terbaik.
Golden Globe Awards terpaksa tidak diselenggarakan atas kesepakatan sejumlah aktor dan aktris yang tak ingin menodai perjuangan para demonstran itu. Hasilnya, Golden Globes hanya berupa konferensi pers berisi pengumuman pemenang tanpa perayaan besar seperti biasanya.
Sedangkan untuk kategori aktor dan aktris terbaik, sepasang piala manusia berkepala gundul bersaput emas itu diperebutkan empat aktris dan lima aktor.
Dimulai dari kategori aktris terbaik diperebutkan oleh Cate Blanchett, Jodie Foster, Julie Christie, dan Angelina Jolie. Kategori aktor terbaik oleh George Clooney, Day Lewis, Viggo Mortensen, Denzel Washington, dan McAvoy.
sumber: Oz
Aksi demo penulis skenario tak akan pengaruhi Academy Award ke-80

HOLLYWOOD - Presiden Academy Awards memastikan perhelatan memperebutkan piala Oscar tetap terselenggara. Aksi demo penulis naskah Hollywood, tak akan mempengaruhi penyelenggaraan acara.
Aksi demo yang dilakukan sejumlah penulis naskah Hollywood pada November 2007, berpengaruh besar bagi dunia perfilman Amerika. Setelah perhelatan Golden Globe Awards batal diselenggarakan, Academy Awards terancam bernasib serupa.
Presiden Academy Awards Sir Ganis menyatakan, Academy Awards positif akan tetap terlaksana. Ajang penghargaan bagi insan perfilman Amerika itu tak akan terpengaruh oleh aksi demo para penulis.
"Aksi demo para penulis yang tergabung dalam Writers Guild Of America (Wga) akan berakhir dengan terlaksananya Academy Awards, 24 Februari besok," duga Ganis, yang dikutip Female First, Jumat (8/2/2008).
Dia yakin demo itu penulis yang menuntut perbaikan kesejahteraan itu akan berakhir karena Oscar diselenggarakan untuk pada sineas.
"Kehadiran Oscars untuk memberi penghargaan atas kerja dan usaha para sineas," imbuhnya.
sumber:Oz
Festival Film Indonesia digelar di Beograd
Jumat, 08 Februari 2008Dutabesar Indonesia untuk Serbia Abduh Dalimunthe secara resmi membuka festival itu, yang diselenggarakan di gedung Yugoslav Film Archiev (Konoteka), salah satu dari lima lembaga perfilman terbesar di Eropa.
Hadir dalam pembukaan itu Deputi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Serbia Ivana Dimic, budayawan, pengusaha, wartawan dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Dutabesar Abduh menyatakan misi utama festival film itu ialah mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Serbia.
"Indonesia ingin membina hubungan sosial-budaya dengan Serbia melalui berbagai upaya, termasuk lewat film, yang diyakini dapat menerjemahkan watak dan budaya bangsa Indonesia," kata Abduh.
Disebutkannya, jaringan televisi nasional Serbia, RTS, menyiarkan secara langsung acara pembukaan festival itu, yang baru pertama kali diadakan di negara bekas Yugoslavia tersebut.
Suratkabar terkemuka Serbia, "Politika", juga menyiarkan acara itu di halaman mukanya. Beberapa film Indonesia ditayangkan dalam festival tersebut, antara lain "Ibunda", yang mewarnai acara pembukaan itu.
Sementara itu, Kedutaanbesar Indonesia Beograd juga ikut dalam Festival Teh di Nis, kota industri terbesar Serbia.
Festival Teh itu, yang diadakan lima hari hingga 10 Januari, merupakan acara tahunan di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pertanian Serbia.
Dalam Festival Teh itu, Indonesia diberi tempat khusus sebagai peserta penghasil teh di luar Eropa Timur. (sumber: Antara)
Peta Persaingan Oscar ke-80 Sangat Ketat
Kamis, 13 Desember 2007Adapun daftar nominasi itu adalah:
Performance by an actor in a leading role:
George Clooney in “Michael Clayton” (Warner Bros.)
Daniel Day-Lewis in “There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax)
Johnny Depp in “Sweeney Todd The Demon Barber of Fleet Street” (DreamWorks and Warner Bros., Distributed by DreamWorks/Paramount)
Tommy Lee Jones in “In the Valley of Elah” (Warner Independent)
Viggo Mortensen in “Eastern Promises” (Focus Features)
Performance by an actor in a supporting role
Casey Affleck in “The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford” (Warner Bros.)
Javier Bardem in “No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage)
Philip Seymour Hoffman in “Charlie Wilson’s War” (Universal)
Hal Holbrook in “Into the Wild” (Paramount Vantage and River Road Entertainment)
Tom Wilkinson in “Michael Clayton” (Warner Bros.)
Performance by an actress in a leading role
Cate Blanchett in “Elizabeth: The Golden Age” (Universal)
Julie Christie in “Away from Her” (Lionsgate)
Marion Cotillard in “La Vie en Rose” (Picturehouse)
Laura Linney in “The Savages” (Fox Searchlight)
Ellen Page in “Juno” (Fox Searchlight)
Performance by an actress in a supporting role
Cate Blanchett in “I’m Not There” (The Weinstein Company)
Ruby Dee in “American Gangster” (Universal)
Saoirse Ronan in “Atonement” (Focus Features)
Amy Ryan in “Gone Baby Gone” (Miramax)
Tilda Swinton in “Michael Clayton” (Warner Bros.)
Best animated feature film of the year
“Persepolis” (Sony Pictures Classics) Marjane Satrapi and Vincent Paronnaud
“Ratatouille” (Walt Disney) Brad Bird
“Surf's Up” (Sony Pictures Releasing) Ash Brannon and Chris Buck
Achievement in art direction
“American Gangster” (Universal) - Art Direction: Arthur Max, Set Decoration: Beth A. Rubino
“Atonement” (Focus Features) - Art Direction: Sarah Greenwood, Set Decoration: Katie Spencer
“The Golden Compass” (New Line in association with Ingenious Film Partners) - Art Direction: Dennis Gassner, Set Decoration: Anna Pinnock
“Sweeney Todd The Demon Barber of Fleet Street” (DreamWorks and Warner Bros., Distributed by DreamWorks/Paramount) - Art Direction: Dante Ferretti, Set Decoration: Francesca Lo Schiavo
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax) - Art Direction: Jack Fisk, Set Decoration: Jim Erickson
Achievement in cinematography
“The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford” (Warner Bros.) Roger Deakins
“Atonement” (Focus Features) Seamus McGarvey
“The Diving Bell and the Butterfly” (Miramax/Pathé Renn) Janusz Kaminski
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage) Roger Deakins
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax) Robert Elswit
Achievement in costume design
“Across the Universe” (Sony Pictures Releasing) Albert Wolsky
“Atonement” (Focus Features) Jacqueline Durran
“Elizabeth: The Golden Age” (Universal) Alexandra Byrne
“La Vie en Rose” (Picturehouse) Marit Allen
“Sweeney Todd The Demon Barber of Fleet Street” (DreamWorks and Warner Bros., Distributed by DreamWorks/Paramount) Colleen Atwood
Achievement in directing
“The Diving Bell and the Butterfly” (Miramax/Pathé Renn) Julian Schnabel
“Juno” (Fox Searchlight) Jason Reitman
“Michael Clayton” (Warner Bros.) Tony Gilroy
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage) Joel Coen and Ethan Coen
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax) Paul Thomas Anderson
Best documentary feature
“No End in Sight” (Magnolia Pictures)
“Operation Homecoming: Writing the Wartime Experience” (The Documentary Group)
“Sicko” (Lionsgate and The Weinstein Company)
“Taxi to the Dark Side” (THINKFilm)
“War/Dance” (THINKFilm)
Best documentary short subject
“Freeheld” A Lieutenant Films Production
“La Corona (The Crown)” A Runaway Films and Vega Films Production
“Salim Baba” A Ropa Vieja Films and Paradox Smoke Production
“Sari’s Mother” (Cinema Guild) A Daylight Factory Production
Achievement in film editing
"The Bourne Ultimatum” (Universal) Christopher Rouse
“The Diving Bell and the Butterfly” (Miramax/Pathé Renn) Juliette Welfling
“Into the Wild” (Paramount Vantage and River Road Entertainment) Jay Cassidy
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage) Roderick Jaynes
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax) Dylan Tichenor
Best foreign language film of the year
“Beaufort” A Metro Communications, Movie Plus Production Israel
“The Counterfeiters” An Aichholzer Filmproduktion, Magnolia Filmproduktion Production Austria
“Katyń” An Akson Studio Production Poland
“Mongol” A Eurasia Film Production Kazakhstan
“12” A Three T Production Russia
Achievement in makeup
“La Vie en Rose” (Picturehouse) Didier Lavergne and Jan Archibald
“Norbit” (DreamWorks, Distributed by Paramount) Rick Baker and Kazuhiro Tsuji
“Pirates of the Caribbean: At World’s End” (Walt Disney) Ve Neill and Martin Samuel
Achievement in music written for motion pictures (Original score)
“Atonement” (Focus Features) Dario Marianelli
“The Kite Runner” (DreamWorks, Sidney Kimmel Entertainment and Participant Productions, Distributed by Paramount Classics) Alberto Iglesias
“Michael Clayton” (Warner Bros.) James Newton Howard
“Ratatouille” (Walt Disney) Michael Giacchino
“3:10 to Yuma” (Lionsgate) Marco Beltrami
Achievement in music written for motion pictures (Original song)
“Falling Slowly” from “Once” (Fox Searchlight)
“Happy Working Song” from “Enchanted” (Walt Disney)
“Raise It Up” from “August Rush” (Warner Bros.)
“So Close” from “Enchanted” (Walt Disney)
“That’s How You Know” from “Enchanted” (Walt Disney)
Best motion picture of the year
“Atonement” (Focus Features)
“Juno” (Fox Searchlight)
“Michael Clayton” (Warner Bros.)
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage)
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax)
Best animated short film
“I Met the Walrus” (A Kids & Explosions Production)
“Madame Tutli-Putli” (National Film Board of Canada)
“Même les Pigeons Vont au Paradis (Even Pigeons Go to Heaven)” (Premium Films)
“My Love (Moya Lyubov)” (Channel One Russia)
“Peter & the Wolf” (BreakThru Films)
Best live action short film
“At Night” (A Zentropa Entertainments 10 Production)
“Il Supplente (The Substitute)” (Sky Cinema Italia)
“Le Mozart des Pickpockets (The Mozart of Pickpockets)” (Premium Films)
“Tanghi Argentini” (Premium Films)
“The Tonto Woman”
Achievement in sound editing
“The Bourne Ultimatum” (Universal)
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage)
“Ratatouille” (Walt Disney)
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax)
“Transformers” (DreamWorks and Paramount in association with Hasbro)
Achievement in sound mixing
“The Bourne Ultimatum” (Universal)
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage)
“Ratatouille” (Walt Disney)
“3:10 to Yuma” (Lionsgate)
“Transformers” (DreamWorks and Paramount in association with Hasbro)
Achievement in visual effects
“The Golden Compass” (New Line in association with Ingenious Film Partners)
“Pirates of the Caribbean: At World’s End” (Walt Disney)
"Transformers” (DreamWorks and Paramount in association with Hasbro)
Adapted screenplay
“Atonement” (Focus Features) - Screenplay by Christopher Hampton
“Away from Her” (Lionsgate) - Written by Sarah Polley
“The Diving Bell and the Butterfly” (Miramax/Pathé Renn) - Screenplay by Ronald Harwood
“No Country for Old Men” (Miramax and Paramount Vantage) - Written for the screen by Joel Coen & Ethan Coen
“There Will Be Blood” (Paramount Vantage and Miramax) - Written for the screen by Paul Thomas Anderson
Original screenplay
“Juno” (Fox Searchlight) - Written by Diablo Cody
“Lars and the Real Girl” (MGM) - Written by Nancy Oliver
“Michael Clayton” (Warner Bros.) - Written by Tony Gilroy
“Ratatouille” (Walt Disney) - Screenplay by Brad Bird, Story by Jan Pinkava, Jim Capobianco, Brad Bird
“The Savages” (Fox Searchlight) - Written by Tamara Jenkins
sumber: Oscar. Com









