Tampilkan postingan dengan label SEPAK BOLA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEPAK BOLA. Tampilkan semua postingan
Thailand Incar obson Untuk PD2014
Jumat, 11 September 2009
ASOSIASI Sepak Bola Thailand terus berupaya meningkatkan kualitas permainan tim nasionalnya. Karena itu, mereka mencari pelatih dengan kemampuan yang mumpuni sehingga impian untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2014 bisa terwujud.
Mantan kapten Inggris Bryan Robson menjadi incaran. Bos Asosiasi Sepak Bola Thailand Worawi Makudi yang mengatakan hal tersebut. Menurutnya, Robson jadi target utama untuk menjadi pelatih baru timnas.
"Kami masih dalam taraf negosiasi. Tetapi pada dasarnya, dia tertarik dan kami pun demikian," ungkap Makudi kepada Reuters.
"Semuanya masih pada level pertama, dan kami sangat berharap bisa memboyong Robson ke Thailand," tambahnya.
Jika terjadi kesepakatan maka Robson, yang kini berusia 52 tahun, akan menggantikan posisi Peter Rei karena pada awal pekan ini mantan gelandang timnas Inggris tersebut sepakat untuk memutuskan kontraknya. Reid menerima alasan Thailand yang tak setuju jika dia melatih di dua tim sekaligus.
Ya, Reid sudah mengajukan proposal agar dia tetap jadi pelatih timnas "Negeri Gajah Putih" itu, tetapi juga diizinkan berperan sebagai asisten manajer untuk klub Premier League Stoke City, yang telah ditanganinya dalam beberapa pekan lalu. Permintaan inilah yang tak mendapat restu dari Asosiasi Sepak Bola Thailand.
Diharapkan, Robson bisa meneruskan sekaligus memperbaiki apa yang sudah dikerjakan Reid selama ini. Dengan demikian, harapan publik negeri tersebut agar timnasnya bisa tampil di Piala Dunia 2014 bisa terwujud.
Nama Robson sudah tak asing lagi. Ketika menjadi pemain, dia 13 tahun memperkuat klub raksasa Inggris Manchester United, dan meraih banyak trofi bergengsi. Bersama "Setan Merah", Robson mendapat dua gelar juara liga, empat Piala FA, dan satu gelar Piala Winners Eropa.
Sementara bersama timnas Inggris, Robson 99 kali tampil, termasuk ketika memperkuat "The Three Lions" di tiga Piala Dunia.
Setelah menggantung sepatu tanda pensiun dari lapangan hijau, Robson tetap berkecimpung di dunia yang telah membesarkan namanya tersebut. Dia menjadi manajer, dan pernah menangani Middlesbrough, Bradford City, West Bromwich Albion, dan terakhir Sheffield United, sebelum keluar pada Februari 2008. (nic/kmp)
Bonus Berlimpa Menunggu Capelo dan Tim Inggris

BONUS besar sudah menanti pelatih Fabio Capello jika ia berhasil membawa Inggris juara dunia 2010. FA menyiapkan dua juta poundsterling atau lebih dari Rp 33 miliar untuk bonus sang pelatih.
The Times mengungkapkan, saat ini Capello menjadi pelatih termahal di dunia dengan gaji pokok 4,8 juta pounds atau Rp 80 miliar per tahun. Dalam kesepakatannya dengan FA pada Desember 2007, pelatih asal Italia itu akan menerima bonus hampir separuh gaji tersebut jika "The Three Lions" mampu memenangi gelar juara dunia kedua kalinya.
Jumlah itu bukan akumulasi bonus selama Inggris tampil di Afrika Selatan mulai dari fase grup sampai final. Kontrak tersebut menyebutkan bahwa Capello akan menerima sejumlah imbalan tambahan jika berhasil meloloskan Inggris dari babak kualifikasi. Namun, Capello menolak bonus untuk setiap jenjang turnamen baik itu babak fase gugur, perempat final, maupun semifinal. Bonus baru diberikan jika Inggris memang bisa mencapai babak puncak dan menang.
Selain bonus untuk pelatih, FA juga menyiapkan imbalan kepada pemain-pemain senior Inggris yang sudah membela tim tersebut sejak 2006. David Beckham, John Terry, dan pemain lain bisa mendapatkan tambahan 300.000 pounds asalkan mereka juara.
Secara total FA akan menggelontorkan 10 juta pounds untuk bonus pemain dan pelatih. Jumlah ini masih sedikit jika dibandingkan pemasukan yang akan mereka dapatkan. Dari sponsor seperti Nationwide, National Express, Carlsberg, dan Umbro, otoritas sepak bola itu bisa mendapatkan pemasukan puluhan juta pounds. Carlsberg, misalnya, baru sepakat dengan kontrak empat tahun senilai 50 juta pounds dengan FA.
Jika juara, Inggris sudah pasti menerima hadiah dari FIFA. Pada Piala Dunia 2006 lalu, Italia mendapat 16 juta pounds usai menjadi kampiun di Jerman. (nic/kmp)
Capello Larang Pemain Inggris Sering Main Asmara

SEUSAI membawa timnas Inggris ke putaran final Piala Dunia 2010, pelatih Fabio Capello kembali memperingatkan para pemainnya untuk tidak menebar kepuasan. Ia meminta agar pemainnya tak terlalu sering bertemu dengan kekasih mereka pada saat pertandingan nanti.
Ini bukan pertama kalinya Capello membuat peraturan ketat terhadap para pasukannya. Begitu ditunjuk sebagai pengganti Sven Goran tahun lalu, pelatih asal Italia itu langsung memberlakukan disiplin keras untuk John Terry dkk. Media massa bahkan menyebutnya sebagai diktator dan selalu menunjukkan muka serius di hadapan pemain.
Hal itu bisa dimaklumi karena Capello tak ingin pemainnya dibuai oleh gaya hidup serba mewah sehingga mengundang gadis-gadis cantik untuk mendekati mereka. Gaya hidup seperti itulah yang dianggap menghancurkan "The Three Lions" dalam kualifikasi Piala Eropa 2008 silam.
Jauh hari sebelum Inggris memastikan diri lolos ke Afrika Selatan, media di sana sudah memberitakan soal tempat penginapan yang akan digunakan Terry dkk di benua Afrika itu. Tempat ini sangat mewah dan pasti akan menyenangkan para pemain dan kekasihnya.
Namun, Capello kembali memberikan ultimatum agar setiap pemain menjauhi senang-senang bersama para wanita, entah itu istri, pacar, atau hubungan tanpa status mereka. Ia hanya memperkenankan pemain bertemu dengan pasangannya pada hari seusai pertandingan, sama seperti yang pernah diterapkan Glenn Hoddle pada Piala Dunia Perancis 1998.
"Tidak, tidak, tidak, benar-benar tidak. Kami di sana untuk bermain, bukan liburan," tegas Capello.
"Pemain akan punya waktu sehari bersama kekasih atau temannya. Satu hari seusai pertandingan. Itu cukup. Jika kekasih mereka tak datang di hari itu, sebaiknya mereka tinggal di rumah," sambungnya.
Untuk persiapan Piala Dunia nanti, Inggris akan melakukan sejumlah pertandingan uji coba. Capello merencanakan untuk menantang Brasil pada November mendatang. (nic/kmp)
Saiful Ilah Jamin Dana Persida
Minggu, 06 September 2009
RAPAT pengurus Persida memang baru dilanjutkan setelah Lebaran. Namun, rapat tersebut tidak membahas pembentukan tim. Sebab, Rabu nanti (9/9) Persida mulai membuka seleksi pemain untuk tim Persida di Kompetisi Divisi I musim 2009/2010.
Sekretaris Persida Rosid Mardani mengatakan, seleksi tersebut harus segera diwujudkan. ''Rapat akhir Lebaran itu hanya rapat teknis para pengurus. Sedangkan pembentukan tim harus segera dilakukan. Karena itu, kami segera melakukan seleksi untuk membentuk tim,'' terang Rosid kemarin (6/9).
Menurut dia, hari ini (7/9) para pengurus Persida akan melakukan rapat terbatas untuk membentuk panitia seleksi. Menurut Rosid, langkah tersebut diambil sebagai wujud bahwa keputusan untuk memainkan Persida di Divisi I nanti merupakan tanggung jawab semua pengurus. Sebab, hal itu telah menjadi keputusan organisasi setelah mereka melakukan rapat pada Jumat lalu (4/9).
''Semua pengurus wajib mengawal dan mengamankan keputusan itu. Sebab, setelah rapat itu, tidak lagi menjadi keputusan individu,'' tegas Rosid.
Lantas, dari mana anggaran untuk membiayai Persida dalam kompetisi tersebut? Apalagi, dana yang diterima dari KONI Sidoarjo hanya Rp 450 juta. Rosid mengatakan, Ketua Umum Persida Saiful Ilah telah menjamin akan mencari sponsor dari pihak ketiga.
Tim Persida akan dibentuk dari pemain-pemain Persida pada musim 2008/2009 dan pemain hasil seleksi. ''Komposisi tersebut sengaja kami buat seperti itu. Sebab, sebagian besar tenaga Deltras U-21 yang rencananya dipakai di Persida telah bergabung dengan Deltras senior,'' ujar Rosid. (nic/jap)
Langganan:
Postingan (Atom)






