Tragedi Prio 1984: Tragedi Kemanusian Era Orba

oleh Prima Sp Vardhana / Radio Nederland
SEKITAR 25 tahun silam, di tempat sama terjadi sebuah peristiwa pelanggarn HAM (Hak Asasi Manusia) berat. Korban tragedi tersebut ada dua versi. Menurut pemerintah tidak lebih dari 80 korban jiwa, tapi menurut saksi mata Husein Safe (64th), jumlahnya lebih dari 300-an jiwa lebih. Dasar pertimbangannya adalah pemandangan yang disaksikan oleh mata kepalanya:
"Saya lihat tentara mengangkuti mayat demikian banyaknya. Truk tentara bolak-balik mengangkut mayat-mayat yang berserakan dijalan," kata pria betubuh agak legam itu dengan menitikkan air mata.
Tragedi itu bermula dari kabar burung, bahwa empat hari sebelum banjir darah di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, 1984. Anggota ABRI bernama Hermanu dikabarkan masuk ke mushala warga tanpa membuka sepatu. Hermanu mencopot dan merobek pamflet yang mengeritik kebijakan pemerintahan Soeharto. Soal Pancasila sebagai asas tunggal.
Sang tentara bahkan dikabarkan menyiram sebagian mushala dengan air got. Warga marah. Sepeda motor Hermanu dibakar. Empat warga yang membakar sepeda motor pun ditahan di Kodim Jakarta Pusat.
12 September 1984, warga menggelar Tabligh Akbar dekat kantor polisi. Ada ribuan jemaah yang berkumpul. Isi ceramahnya keras dan kritis terhadap pemerintahan Orde Baru. Barang langka kala itu. Ratono, salah satu korban Tanjung Priok, saat itu ikut berceramah.
Ratono: "Dan bagi semua yang menindas, pasti akan hancur dan kita kan tegar. Acara 25 tahun tragedi berdarah Tanjung Priok, orang yang berani mengeritik kebijakan pemerintah Orde Baru pada waktu itu sangat langka."
Demo damai
Sejam sebelum tengah malam, hujan turun. Tokoh masyarakat Amir Biki mengajak jemaah Tabligh Akbar untuk berdemo ke Kodim, menuntut pembebasan empat warga mereka yang ditahan di sana. Husein Safe ada di barisan terdepan.
Husein Safe: "Jam 10 malam itulah, baru ada rencana demo ke Kodim. Itu demo ya, bukan maksudnya apa-apa. Kita demo meminta empat teman kita dipindahkan ke sini, ke polres. Nah, karena itu kan urusan polisi bukan urusan TNI, nah itu yang kami minta."
Berjarak dua meter dari tentara, warga dihadang. Ada sebelas tentara, semuanya dalam posisi siap menembak.
Kaki Husein Safe tertembus peluru. Di kiri kanan Husein, orang mati atau terluka.
Rombongan kedua yang dipimpin Amir Biki pun tiba. Maksud hati hendak menyelamatkan Husein dan kawan-kawan. Lagi-lagi disambut dengan kekerasan. Rentetan tembakan hanya sepuluh menit, tapi terasa seperti sepanjang malam.
Tak lama empat truk dan satu mobil pemadam kebakaran datang. Korban tewas dan luka diangkut. Aspal yang hitam kemerahan langsung disiram air.
Jadi buron
Kisah penculikan mengisi fragmen berikutnya. Warga yang terlibat pengajian itu satu per satu menghilang. Ratono berupaya menghindar dengan tinggal berpindah-pindah.
Ratono: "Kayaknya ini sudah nggak aman. Saya langsung kabur, lari pulang. Pertama ke Ciputat, ke Bogor sebentar, terus Cianjur. Ya buronanlah, sampai terakhir saya ke Pandeglang. Pas 40 hari persis saya ditangkap. Itu pun karena isteri saya, yang terus diikutin sama intel. Gitu kan."
Aminatun yang membantu memperbanyak dokumen kronologis penembakan warga di Tanjung Priok, ikut diangkut bersama kakaknya.
Aminatun: "Malam tanggal 14 itu, digerebek rumah saya. Jam 12 saat saya mau tidur. Terus ketok-ketok pintu gitu loh. Ternyata melihat kakak saya sudah diborgol."
Ratono dan Aminatun dicecar pertanyaan seputar malam Tabligh Akbar. Lewat tangan tentara, siksaan mampir ke tubuh mereka.
Ratono: "Pokoknya tiga orang gebukin saya dari belakang. Di depan juga ada, terus sampai meleng begini kan di sel itu diborgol. Sampai saya bilang, Allahu Akbar! Tiga orang gebuk saya, meleng begini kan. Dihajar saya, Duash! Sampai pingsan, baru berhenti. Terus disetrum, Ces-ces-ces!"
Aminatun: "Waktu itu depresi saya, karena waktu itu, tiap malam diganggu. Jadi ditakut-takutin, ada yang mau memperkosa, ada yang mau masuk, mau dibunuh segala. Ya, sebenarnya, kalau buat saya kalau dibunuh itu kan mati, nggak masalah. Kenapa pakai ada suara-suara siksaan-siksaan. Jadi diperdengarkan suara-suara siksaan-siksaan itu setiap malamnya."
Dosa Turunan
Bertahun-tahun peristiwa berlalu, masih menyisakan kepedihan bagi keluarga korban. Hidup Wanmayetty sontak berubah begitu ayahnya menghilang dari bumi, pasca tragedi Tanjung Priok. Hidupnya berjalan terseok-seok. Sekolah mandek, cita-cita disimpan lagi dalam laci. Modal mereka kala itu hanya selembar ijazah SMA.
Wanmayetty: "Jadi, bukan bapakku saja yang hilang. Tapi pekerjaan juga hilang. Karena orang yang menjadi koneksi bapakku itu ketakutan menerima aku, karena aku dianggap eks-PKI. Jadi bekas-bekas PKI jaman dulu, bergerak kembali. Jadi digaris merahi, tiap wawancara digaris merahi. Bahwa kita warga Tanjung Priok, tak layak mendapat tempat kerja, dan kuliah pun sulit."
Diskriminasi pun jadi santapan sehari-hari. Adik Yetty, Nurhayati, misalnya, selalu dipersulit saat mengurus Surat Izin Kelakuan Baik.
Nurhayati: "Mba' dari Priok? Jakarta Utara? Saya bilang iya. Tapi dia nggak bilang sih saya ini korban Priok. Tapi dia bilang, kalau dari Priok biasanya banyak tato. Jadi alasan dia tuh begitu, jadi dia pengen, saya bisa buka baju. Di situ saya marah, saya ludahin tuh polisi, akhirnya saya keluar. Dari situ, kayaknya saya putus asa ngelamar ke sana ke mari. Saya ngerasa orang-orang itu mojokin saya."
Lima kali presiden berganti. Yang hilang tetap hilang. Korban dan keluarga korban belum mendapat keadilan.
Menunggu Keadilan
Hampir 25 tahun setelah peristiwa terjadi, barulah puluhan tentara diperiksa, termasuk Pangdam Jaya saat itu Try Sutrisno dan Panglima ABRI kala itu Benny Moerdani. Tapi tak semua petinggi TNI itu diajukan ke pengadilan pada 2003.
Padahal menurut Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, para petinggi TNI ketika itu, mengetahui, membiarkan dan memerintahkan penguburan diam-diam terhadap korban tewas. Bahkan diduga ikut terlibat dalam merencanakan penculikan dan penghilangan orang secara paksa.
Ifdhal Kasim: "Proses pengadilannya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan karena banyak sekali kelemahan dalam proses pengadilan ini. Kasus ini masih tetap mencari keadilan, karena upaya penyelesaiannya tidak memberikan hasil nyata bagi para korban. Bisa dikatakan, peristiwa Tanjung Priok baru diselesaikan secara parsial. Yang didapatkan korban baru partial justice."
Dari 23 pelaku yang direkomendasikan untuk diadili oleh Komnas HAM, Pengadilan HAM Ad Hoc menyusutkan jumlah terdakwa menjadi 14 tentara. Setelah berjalan tiga tahun, semuanya bebas: Mayjen RA Butar-butar, Mayjen Pranowo, Mayjen Sriyanto dan Kapten Soetrisno Mascung dan sepuluh anak buah mereka.
Islah
Warga Tanjung Priok pun dipecah belah lewat pemberian islah oleh tentara. Iming-iming uang 1 sampai 2,5 juta atau motor per orang membuat 85 dari total 100 korban Tanjung Priok ikut di belakang Pangdam Jaya Try Sutrisno. Logika yang ditawarkan Try Soetrisno kala itu adalah perdamaian.
Try Sutrisno: "Saya kira, bukan TNI saja, tiap perdamaian di tanah air itu, melegakan semua orang. Yang harus disadari. Apa kita mau terus jadi negara yang carut marut."
Padahal islah tak lebih dari sebuah sogokan demi memberikan keterangan palsu di pengadilan. Supaya saksi melunakkan, atau bahkan mencabut kesaksian. Aminatun tak pernah sudi menerima islah.
Aminatun: "Nah, kalau itu, hanya tipu daya, kalau islah itu hanya disuap uang recehan. Kemudian, disuruh ngaku, disuruh buat kesaksian yang diinginkan oleh mereka. Bikin rekayasa, bikin perlawanan."
Belasan korban yang tersisa terus bertahan, hingga kini. (*)

Kerusuhan Priok, Bukti Kesalahan Birokrat

oleh Prima Sp Vardhana / Kompas

Kejar, tendang, seret, tangkap, gebuk, tebas.... Rentetan kejadian itu berujung, tiga petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meregang nyawa, dan 134 orang luka-luka.

Satpol PP terlibat bentrok dengan warga Tanjung Priok saat berupaya mengambil alih lahan di sekitar kawasan Kompleks Makam Priok di Koja, Jakarta Utara, Rabu.

Eksekusi lahan sekitar makam tokoh Muslim Al Arif Billah Hasan bin Muhammad Al Haddad atau dikenal sebagai Mbah Priok, berubah menjadi kerusuhan berdarah, karena massa dan Satpol PP tersulut emosi, yang berlanjut saling lempar batu dan baku hantam.

Dengan embel-embel imbauan "jangan meniru adegan ini", sebuah stasiun televisi swasta menayangkan gambar seorang anggota Satpol PP terlentang di jalan raya "rame-rame" dipukul, ditendang, dilempar bahkan dirajam batu massa.

Dalam bagian tayangan berbeda, sejumlah petugas satpol PP menendang dan mengeroyok seorang warga. Di antara anggota satpol PP itu ada yang tertangkap kamera sedang memukul warga sambil mengisap sebatang rokok.

Dari gambar pewarta foto, tampak seorang bocah berusia belasan tahun yang terlibat aksi lempar ke petugas, akhirnya ditangkap, diseret dan dijadikan "bulan-bulanan" petugas. Sekujur tubuh bocah itu bersimbah darah.

Massa berusaha menggulingkan kendaraan water canon milik polisi saat pecah bentrokan dengan Satpol PP. Warga juga membakar sedikitnya 46 unit kendaraan milik Satpol PP dan Polri termasuk truk dan kendaraan berat.

Korban tewas insiden Priuk mencapai tiga orang anggota Satpol PP yakni M. Soepono, bertempat tinggal di Kelurahan Tugu, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Israel Jaya bertempat tinggal di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi dan Ahmad Tadjudin yang beralamatkan Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Korban luka-luka, polisi sebanyak 10 orang, Satpol PP (69 orang) dan warga (55 orang).

Insiden ini membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa prihatin. Presiden meminta agar rencana penertiban kawasan makam itu dihentikan.

"Saya minta status quo," kata Yudhoyono, dalam jumpa pers menjelang tengah malam. "Pilih cara atau pendekatan yang baik dalam melakukan penertiban meskipun secara hukum benar," katanya menegaskan.

Insiden Priok yang mengakibatkan korban jiwa, luka-luka dan miliaran rupiah itu mengerucut kepada pertanyaan apakah bentrok itu cermin dari masyarakat yang memilih kredo kekerasan hanya bisa diselesaikan dengan kekerasan?

Jawabnya, kekerasan bagaikan penyakit menular, demikian ahli filsafat Gabriel Possenti Sindhunata SJ. "Setiap orang yang terlibat dalam kekerasan, ingin melampiaskan kekerasannya kepada orang lain," katanya.

Kekerasan adalah bumerang. Kekerasan balik mengejar, menendang, menyeret, menangkap, menggebuk dan menebas lawan yang melepaskannya atau melawannya.

Menurut Sindhunata, dilawan atau tidak dilawan bahkan dibiarkan, akhirnya kekerasan sendiri yang senantiasa keluar sebagai pemenang.

Kekerasan diibaratkan sebagai si jago merah, dipadamkan dengan diguyur dengan air malah menyala besar bahkan melalap bagian bangunan lain, atau meminta korban jiwa.

Kekerasan bagaikan wabah, tidak diketahui dari mana datangnya, tapi tiba-tiba dan serta merta menyambangi dan menghantam manusia.

Kejadian Priok sungguh menyesakkan. "Bagaimana mungkin bangsa yang konon diagung-agungkan sebagai bangsa halus budi pekertinya dapat mengejar, menendang, menyeret, menangkap, menggebuk, merajam dan menebas sesama sambil menyunggingkan senyum, atau seraya menghisap sebatang rokok?"

"Saya sampaikan belasungkawa atas peristiwa ini," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Sementara itu, Kepala Satpol PP Harianto Badjoeri mengatakan, "Pasti ada sanksi bagi yang melakukan penyerangan terlebih dahulu."

Meskipun demikian, ia menyebut dengan menggunakan kalimat kondisional, jika ada petugas Satpol PP yang terbakar emosi kemudian balik menyerang, tindakan itu merupakan hal wajar. "Itu adalah dinamika di lapangan, toh kita diserang duluan. Itu manusiawi," katanya.

Dalam insiden Priok, petugas Satpol PP tidak membawa senjata dan membawa tameng ketika melakukan penertiban sementara warga yang mencoba mempertahankan bangunan liar di sekitar makam Mbah Priok telah menyiapkan batu, clurit, golok, dan pedang samurai.

Kepolisian Daerah Polada Metro Jaya merespons dengan mengerahkan sekitar 600 personil untuk mengamankan Koja, Tanjung Priok. Ratusan personil polisi itu berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara dan Polres Metro Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Tanjung Priok, kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi melalui telepon selular di Jakarta, Kamis.

Semua sepakat kejadian Priok dapat dikategori sebagai tragedi kemanusiaan mengenaskan. Kejadian itu juga meneguhkan bahwa institusi kemasyarakatan sedang gonjang-ganjing karena ulah aparat dan warga yang brutal. Mereka lebih suka memakai bahasa kekerasan, yang berujung jatuhnya korban jiwa.

Insiden Priok sama dan sebangun dengan bahasa tragedi karena kental dengan kekerasan. Kekerasan selalu berbalas kekerasan, padu dalam istilah betawi, "Ente jual, ane beli". (*)

KERIS KUNO DI BAWAH SITUS MASJID

SEBILAH keris kuno ditemukan di situs mesjid kuno yang diyakini sebagai masjid kompleks keraton Mataram Islam di Pleret, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Sejauh ini, belum diketahui asal-usul keris berlekuk sembilan (luk songo) tersebut. Bilah keris sepanjang 45 sentimeter itu ditemukan oleh Tim Ekskavasi Situs Masjid Kauman Pleret di situs Masjid Kauman Pleret, Dusun Kauman, Wonokromo, Pleret, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (15/4/2010) petang. Keris ditemukan terkubur di kedalaman 120 sentimeter dengan kondisi tanpa pegangan maupun pembungkus. Lokasi penemuan berada sekitar lima meter di sisi luar bagian selatan fondasi bangunan induk masjid kuno. Ujung keris telah patah saat ditemukan. Seluruh bagiannya diselimuti tanah dan karat, sehingga detil keris tidak bisa dilihat. Namun, bagian dan lekuk keris masih dapat terlihat cukup jelas. Koordinator Lapangan Tim Ekskavasi Masjid Kauman Pleret Rully Andriadi mengatakan, keris tersebut ditemukan secara tak sengaja. "Tujuan kami semula adalah menemukan fondasi dan memetakan struktur bangunan mesjid kuno," katanya di lokasi penggalian, Jumat (16/4/2010). Hingga malam ini, belum diketahui asal-usul keris. Saat ini, tim ekskavasi gabungan Dinas Kebudayaan Provinsi DI Yogyakarta dan Balai Arkeologi Yogyakarta tengah berupaya membersihkan keris secara mekanis dengan menggunakan sikat dan kuas. "Yang pasti ini adalah keris kuno. Dilihat dari tingkat kerusakan dan karat, keris ini mungkin sudah terpendam beratus tahun," ujar Rully. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, keris akan dianalisa secara arkeologi untuk mengetahui usia dan jenis logam pembuat keris. Tim juga berencana melibatkan ahli keris untuk menentukan fungsi keris. Menurut Rully, penemuan keris ini menarik karena merupakan penemuan pusaka yang pertama di seluruh situs kompleks keraton Mataram Islam yang mulai diekskavasi secara bergilir sejak 2003. Ekskavasi yang berlangsung 1-31 April ini merupakan ekskavasi tahap ketujuh di Masjid Kauman Pleret. Selain situs Masjid Kauman Pleret, kompleks situs Keraton Mataram Islam meliputi situs Kerto, Pungkuran, Gunung Kelir, dan Kedaton. Menurut sejumlah referensi, kompleks Keraton Pleret dan Kerto merupakan pusat pemerintahan Mataram Islam sekitar Abad ke-17. Juru Kunci Situs Masjid Kauman Pleret Rahmat Fauzi mengatakan, berdasarkan bentuknya, keris diduga merupakan jenis Ki Brojol. Jenis ini biasanya digunakan dalam proses melahirkan karena diyakini dapat mengurangi rasa sakit. Selain itu, dalam penggalian tahap ketujuh di situs Masjid Kauman Pleret ini juga ditemukan potongan tulang serta gigi binatang. Terdapat pula temuan berupa empat fragmen keramik dan gerabah. "Tiga potongan adalah jenis keramik China dari Dinasti Ming dan satu potongan lagi jenis keramik Eropa," kata Arkeolog dari Balai Arkeologi Alifah. Menurut Alifah, temuan-temuan ini sangat berguna untuk mengungkap kehidupan di seputar keraton Mataram Islam itu. Sejauh ini, masih banyak hal yang belum diketahui mengenai keraton tersebut.
Tampilkan postingan dengan label KECANTIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KECANTIKAN. Tampilkan semua postingan

Totok Wajah, Cara Sehat Warisan Tiongkok Kuno

Senin, 11 Februari 2008

Banyak cara untuk menjadi cantik. Anda bisa mengandalkan sapuan kosmetik saja, mengguna- kan obat-obatan modern ataupun tradisioanal ataupun operasi plastik. Kini ada pilihan lain un- tuk menjadi cantik : "totok wajah"

Menurut Dr. Mona Zaufy, CIDESCO ahli akupresur kecantikan, kecantikan tidak terlepas dari masalah kesehatan. Tubuh yang cantik merupakan kesatuan dari komponen-komponen holistic yang terdiri dari fisik, mental dan spirit (semangat untuk hidup) yang saling berhubungan dan saling menghidupi. Bila kita berbicara tentang kecantikan, yang menjadi perhatian bukan hanya bibir, mata dan wajah juga tentang energi dalam tubuhnya dan semangat hidup yang mengalir dalam tubuh tersebut. Untuk tetap cantik perlu peningakatan kualitas fisik dan nonfisik. Bila seseorang sempurna, tetapi energinya lebih lemah, maka ia akan terlihat lemah sehingga hilanglah kecantikannya. Nah, totok wajah bermanfaat untuk membangkitkan, kembali energi vital tersebut.

Apa itu totok wajah ?
Totok wajah merupakan bagian dari totok darah (akupresur) yang merupakan bagian ilmu warisan Tiongkok Kuno yang mirip dengan akupuntur. Totok darah dilakukan dengan memberikan pijatan tertentu disekitar tubuh. Yaitu dengan cara menekan atau merangsang titik-titik akupuntur. Gunanya untuk mengaktifkan anggota tubuh serta melancarkan aliran peredaran darah.

Seiring dengan berjalannya waktu, penggunaan teknik totok darah terus dikembangkan dan dimanfaatkan bukannya untuk kesehatan tapi juga kecantikan yang kemudian dikenal sebagai akupresur kecantikan. Istilah ini mengisyaratkan suatu terapi yang menyehatkan sekaligus bernilai tambah bisa mempercantik penampilan. Totok wajah dipraktikkan dengan menggunakan pendekatan holistik, yang memuat pendekatan fisik, mental dan spirit.

Prinsip kerjanya adalah mengatur dan menyelaraskna keseimbangan energi vital, melancarkna aliran darah, membangkitkan kembali aliran energi viatk yang meredup karena penyakit, memperbaiki struktur tubuh, menghilangkan penyakit dan mangaktifkan kembali fungsi tubuh yang sakit,s erta memulihkan kondisi tubuh agar terasa lebih nyaman dan sehat.

Manfaat totok wajah
Manfaat yang diberikan totok wajah dari sisi kecantikan antara lain : memperlancar peredaran darah di wajah, mengencangkan otot-otot wajah, merelaksasi otot wajah sehingga bisa menghilangkan garis kerutan dan keriput di wajah, mencerahkan mata, menghilangkan jerawat, menghilangkan noda-noda di wajah akibat hiperpigmentasi dan menghilangkan kantung mata. Secara keselurhan terapi ini memberikan efek penampilan inner beauty.

Tidak semua wanita bisa
Sayang tidak semua wanita bisa merasakan manfaat sehat dan cantik dari totok wajah . Karena mereka yang menderita radang akut, hipertensi, jantung, TBC paru, penyakit kulit dan diabetes tidak dianjurkan mengikuti terapi ini. Pasalnya proses totok wajah yang salah beresiko memperparah penyakit yang sudah ada. Meski totok wajah memberikan efek yang lebih lambat dibandingkan akupuntur, karena hanya menyentuh garis permukaan tubuh namun peminat terhadap teknik terapi ini masih saja banyak. Kini totok wajah menjadi salah satu alternatif favorit bagi mereka yang sudah merasakan manfaatnya.

sumber : Human Health Edisi Oktober 2004/ naskah, net/ foto
Read Full 0 komentar

Akupuntur, Alternatif Cara Sehat yang Diminati Masyarakat

Tusuk jarum atau Akupunktur sudah dikenal lama. Tak salah jika sekarang akupunktur menjadi salah satu alternatif terapi dan penyembuhan yang diminati orang.

KLIK - Detail Keseimbangan hormon-hormon di dalam tubuh sangatlah penting. Ketidakseimbangan hormon akan memicu aneka penyakit dan keluhan. Ini tentu akan sangat mengganggu, karena sakit berarti menurunnya kualitas hidup. Akibatnya, orang butuh cara untuk mengenyahkan penyakitnya. Selain berobat ke dokter dan minum obat-obatan modern, cara alternatif juga menjadi pilihan. Salah satunya adalah terapi dengan tusuk jarum atau akupunktur.


Akupunktur telah ada dan dikenal masyarakat Cina sejak 5 ribu tahun silam. Kala itu, pengobatan akupunktur belum menggunakan jarum seperti saat ini. Dahulu, mengobati penyakit dengan cara menusuk-nusuk tubuh itu dilakukan dengan alat yang sangat sederhana, seperti batu atau bambu yang diruncingkan ujungnya. Seiring perkembangan di bidang pengobatan yang semakin pesat, muncullah kemudian pengobatan tusuk jarum dengan alat yang lebih baik, seperti jarum dari logam mulia atau emas, perak, baja putih atau stainless steel.


Kini, pengobatan tusuk jarum merupakan salah satu alternatif pengobatan yang sangat diminati masyarakat. "Sekarang, banyak sekali klinik akupunktur, meski tidak semua akupunkturisnya berlatar belakang atau berprofesi sebagai dokter," ujar dr. H. Susetyo Soewarno, Sp.KO, yang akrab dipanggil Tiyok, dari Klinik Akupunktur Dr. H. Susetyo Soewarno. Sp.KO. Bahkan, kini sudah dibuat spesialisasi bagi ilmu pengobatan akupunktur yang lamanya tiga tahun. Meskipun demikian, Departemen Kesehatan masih tetap memasukkan pengobatan tusuk jarum sebagai pengobatan alternatif.

Tak bisa dipungkiri, banyak orang yang kini berkurang kepercayaannya
terhadap obat-obatan modern yang ditelan atau diminum. Salah satu alasannya, mereka tidak mendapatkan perubahan berarti setelah menelan atau meminum obat. Kalaupun sembuh, tidak untuk waktu lama. Sehingga, mereka kemudian beralih ke pengobatan alternatif, termasuk terapi dengan akupunktur. Dengan akupunktur, hasilnya bisa terlihat hanya dengan 2 - 3 kali terapi.

Selain hasil yang belum tentu baik, dari segi biaya, akupunktur juga lebih murah dibandingkan berobat jalan. Jika untuk berobat jalan seseorang harus mengeluarkan duit ratusan ribu rupiah, maka dengan akupunktur, hanya dibutuhkan sekitar Rp 45 ribu sampai Rp 100 ribu untuk sekali terapi, termasuk jarum. Memang, jumlah terapi disesuaikan dengan berat tidaknya penyakit. "Untuk sakit yang sudah lama, mungkin butuh terapi lebih dari 3 k
ali untuk mendapatkan hasil yang maksimal," lanjut Tiyok.

TERAPI KECANTIKAN
Awalnya, akupunktur dipakai untuk menyembuhkan abses, dengan menusuk bagian tubuh yang nyeri. Kemudian, cairan dikeluarkan, sampai mengering dan sembuh. Dari abses, penggunaan akupunktur kemudian berkembang ke penyembuhan berbagai penyakit lain, dan diyakini dapat membantu penyembuhan berbagai macam penyakit. Sebut saja migren, vertigo, insomnia, alergi, sinusitis, asma, hipertensi, depresi, gangguan nyeri, bahkan pasien keter
gantungan obat-obat terlarang atau narkoba.



Selain untuk pengobatan, akupunktur ternyata juga bisa digunakan untuk terapi kecantikan. Berbeda dengan operasi plastik yang seringkali membuat wajah menjadi kurang seimbang, dengan akupunkur, hormon-hormon akan distimulir agar kembali seimbang.

Hasil penelitian menunjukkan, untuk kecantikan, yang terbaik adalah dengan 12 kali kunjungan. "Ini sudah diperhitungkan keberhasilannya. Jika dengan 6 kali kunjungan hasilnya sudah baik, apalagi kalau sampai 12 kali terapi. Hasilnya pasti lebih memuaskan," kata Tiyok yang membuat paket-paket terapi 12 kali kunjungan untuk layanan kecantikan di kliniknya, antara lain paket beauty care, body care, beauty & body care, juga paket no for drugs dan hair care yang sama-sama paket untuk 12 kali kunjungan.

Rata-rata pasien yang berkunjung untuk terapi kecantikan adalah perempuan berusia 25 - 50 tahun. "Terapi pelangsingan bagian-bagian tubuh tertentu dan pengencangan wajah menjadi terapi favorit." @

sumber: Nova/ naskah, net/ foto
Read Full 0 komentar

Sembilan Kesalahan dalam Merawat Kecantikan



oleh
Santi Noviyanti, ­ Surabaya

Terkadang, Anda sudah merasa melakukan semua perawatan kecantikan dengan benar. Namun, seringkali, ada beberapa kesalahan yang biasa dilakukan wanita dalam perawatan kecantikan. Apa saja?

1. Model potongan rambut yang monoton
Tentu, mempertahankan model potongan rambut selama bertahun-tahun tak tepat. Sebaiknya, lakukan perubahan kecil pada potongan rambut agar penampilan Anda lebih segar secara keseluruhan.

2. Kurang tidur
Tidur sangat penting untuk kulit. Selama tidur, enzim-enzim perbaikan bekerja memperbaiki kerusakan, mengurangi toksin dan mendistribusikan nutrisi ke sel-sel tubuh.

3. Terlalu menghindari lemak
Kekurangan asupan lemak dapat menyebabkan kulit jadi kering, bersisik, dan rambut bercabang. Anda dapat mengonsumsi lemak nabati untuk mendapatkan kulit indah tanpa mengorbankan bentuk tubuh.

4. Lupa berolahraga
Olahraga tak hanya baik bagi tubuh, tetapi juga membuat kulit berseri karena meningkatnya aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk kulit.

5. Mengabaikan kebersihan alat kecantikan
Kuas atau spons bedak yang kotor akan menumpukkan kuman pada wajah kulit dan menimbulkan jerawat. Bersihkan 2 minggu sekali dengan menggunakan air suam-suam kuku.

6. Salah menggunakan kosmetik
Kebiasaan memakai kosmetik kadaluarsa, mengambil kosmetik dengan jari, atau memasukkan kembali sisa kosmetik yang berlebih dapat menyebabkan jerawat dan iritasi kulit. Jadi, buang semua produk yang sudah berubah warna, tekstur dan aromanya. Usahakan menyentuh produk dengan menggunakan cotton buds atau kapas. Atau tuangkan sedikit ke telapak tangan, baru kemudian dioleskan ke wajah.

7. Tidur tanpa membersihkan make up
Make up yang tidak dibersihkan dapat menyumbat pori, menimbulkan jerawat, dan iritasi pada mata. Kulit butuh waktu untuk memperbarui sel-sel. Tetapi karena pori-pori tersumbat, proses ini menjadi terhambat, sehingga membuat kulit menjadi kusam.

8. Mandi lama dengan air panas
Kedengarannya menyenangkan, tetapi ini dapat membuat kulit jadi kering. Batasi waktu mandi hanya selama kurang lebih 3 menit dengan suhu air yang tak terlalu panas. Selalu gunakan pelembab segera setelah mandi untuk mencegah kulit jadi kering.

9. Menyemprotkan parfum di pergelangan tangan
Jika Anda mengenakan arloji atau gelang, maka wewangian akan berbaur dengan aroma dari aksesori Anda. Lebih baik, semprotkan parfum pada titik denyut nadi di leher, karena daerah ini lebih hangat dan akan membantu menyebarkan wewangian.

sumber: Nova/ naskah, net/ foto

Read Full 0 komentar

Color Therapy Slimming Cara Instant Buat Langsing

Minggu, 10 Februari 2008


Pertama, dibaluri cream. Kedua, bungkus dengan plastik. Berikutnya, panaskan dalam "oven". Bukan, ini bukan resep bikin kue. Saya sedang berupaya langsing dengan mencoba mesin Color Therapy.

Merasa tubuh sudah agak berat, saya sedang berpikir untuk melakukan cara langsing dengan bantuan alat atau apalah. Tak dinyana, datang tawaran dari Reggia Spa Sanctuary, Jakarta, untuk mencoba cara Tri Action Slimming.

Sebelum menjalani treatment, saya mesti mengukur komposisi dan berat tubuh dengan alat yang disebut Body Composition Analyzer, sebagai bagian dari diagnosa. Alat ini secara spesifik dapat mengukur kandungan lemak, protein, air, dan otot di dalam tubuh. Juga mengevaluasi, berapa kilogram berat yang mesti dikurangi. Dan, berapa kadar lemak, air, atau protein yang mesti dihilangkan.

Hasilnya, tertulis dalam secarik kertas yang keluar dari alat ini. So, the machine don't lie. Berita baiknya (atau buruk ya?), saya "hanya" perlu mengurangi sekitar 6 kg saja; ).

Setelah didiagnosa, saya dibawa ke ruang ganti sekaligus ruang loker, untuk mengganti baju dengan kimono. Disediakan disposal panty, handuk, dan sandal rumah. Namun saran saya, bawa bra ganti, karena dalam proses treatment ini, bra yang dipakai akan basah kuyup oleh keringat.

Treadmill 30 menit
Ternyata untuk menunjang program Color Therapy ini, perlu juga melakukan ZeroFat. Caranya dengan melakukan latihan jalan di alat seperti treadmill, yang kiri kanannya dilengkapi dengan sinar laser berkekuatan rendah. Dengan mata biasa, tidak akan terlihat sinar itu. Tapi dengan kamera di telepon genggam terlihat banyaknya cahaya terpancar dari titik-titik yang ada di dinding kiri dan kanannya.

Latihan ini harus dilakukan selama 30 menit. Kita bisa memilih kecepatan mesinnya mulai Minimum-25%-Middle-75%-Maksimum. Bagi yang tidak terbiasa melakukan treadmill bisa beristirahat setiap 10 menit atau setiap 15 menit. Tapi kalau kuat, bisa terus melakukannya terus tanpa henti.

Saya belum pernah memakai treadmill. Tapi yakin bisa melakukan latihan ini tanpa istirahat. Pertama, kecepatannya bisa saya atur sendiri. Ternyata, ketika disetel ke angka 25%, seperti berjalan santai. Kalau ini sih, sering saya lakukan ketika jatan-jalan di mal.

Kedua, di depan saya ada televisi yang menyiarkan banyak acara dari televisi kabel. Kalau begini prosesnya, sejam pun saya kuat. Ketiga, ruangannya ber-AC.

Pijat akupunktur
Setelah latihan treadmill, saya dibawa ke ruangan lain, untuk dipijat lymphatic. Pijatnya menggunakan minyak khusus untuk slimming. Bedanya dengan pijat biasa, di akhir pemijatan, dilakukan penekanan di titik-titik di kiri dan kanan sepanjang bagian tubuh tersebut. Titik itu untuk merangsang penguraian lemak di tubuh. Rasanya seperti ditotok akupunktur.

Ketika naik ke bagian punggung, pemijatan dilakukan dengan sepenuh tenaga karena si pemijat sampai naik ke tempat tidur. Hmm, rasa pegal pun hilang dengan pijatan yang yahud ini.

Seperti mumi
Proses berlanjut ke wrapping. Sebelum dibungkus dengan plastik, tubuh dibaluri dengan tiga macam krim. Merata di seluruh bagian, mulai tangan, kaki, paha, perut, punggung. Kemudian barulah dililit plastik, juga di seluruh tubuh.

Ternyata membungkusnya harus ketat dan berkali-kali. Menurut beautycian yang melayani saya, kalau luar biasa gemuk, bisa habis 3-4 gulung plastik. Thanks God, tubuh saya hanya butuh dua gulung plastik! :).

Selesai dibungkus plastik, saya merasa seperti mumi. Saking ketatnya, susah untuk menggerakkan badan. Tapi masih bisa sih melangkah ke mesin dan masuk ke dalamnya.

Panasnya!
Pertama berada di mesin ini, tidak terasa apa-apa. Tapi 10 menit kemudian baru terasa panasnya di bagian punggug. Dan, 15 menit kemudian di bagian bokong. Di punggung bisa ditambahi handuk untuk mengurangi panas, tapi yang di bokong ternyata tak boleh ditambah bahan pelapis. Duh, saya kayak cacing kepanasan.

Untuk menghibur, beautycian-nya setiap kali mengatakan, "Sebentar lagi selesai kok, Mbak." Saya baru bisa bernapas lega, ketika, mesin benar-benar mati.

Ternyata, sinar infranya tidak hanya ada di di kiri kanan dan ujung mesin, juga di bawah kaca tempat saya berbaring. Pantas panas sekali! Dan, ketika plastik itu dibuka, tubuh saya sudah basah kuyup oleh keringat.

Yang membuat saya terhibur, ketika diukur lagi, berat saya berkurang 800gram. Ya, lumayanlah, hanya dalam dua jam berkurang hampir 1 kg. Menurut Maya, untuk mengurangi berat 5-10 kg, treatment ini harus dilakukan paling tidak selama dua bulan, seminggu dua kali. Dan, jika ingin mengurangi berat hingga 15 kg, dilakukan selama tiga bulan.

sumber: Kompas Online/ naskah, net/ foto

Read Full 0 komentar

Penyebab Ketuaan Seseorang Cukup Komplek


Umumnya orang menganggap tua dan sakit itu lumrah dan harus terjadi. Bahkan, hampir setiap orang berpendapat, usia kita ditentukan oleh Tuhan. Padahal, ada banyak faktor penyebab orang menjadi tua, sakit dan kemudian mati.

Sebab Menua
Faktor internal:
• Radikal bebas
• Hormon berkurang
• Menurunnya sistem kekebalan
• Metilasi
• Proses glikosilasi
• Genetik

Faktor eksternal:
• Gaya hidup tidak sehat
• Diet (pola makan) tidak sehat
• Kebiasaan salah
• Polusi lingkungan
• Stres
• Kemiskinan

Hambat Segera Penuaan, Caranya...
1. Jalani gaya hidup sehat seperti:
• Olahraga teratur minimal 30 menit tiga kali seminggu atau hampir setiap hari.
• Asup makanan sehat: rendah kalori, banyak sayur dan buah, cukup protein.
• Hindari dan atasi stres.
• Hindari bahan bersifat racun (rokok, alkohol, pestisida, bahan pengawet).
• Ada keseimbangan antara kesibukan dan rileksasi.
2. Kehidupan berkeluarga harus bahagia, termasuk kehidupan seksual. Hindari perilaku seksual tidak sehat.
3. Lakukan pekerjaan sebagai kesenangan.
4. Hiduplah dalam lingkungan sosial yang sesuai hati nurani.
5. Upayakan selalu berpikir positif dan optimis.
6. Jangan merasa sehat dan normal hanya karena tidak menderita keluhan serius.
7. Jangan merasa sudah tua dan tidak berdaya.
8. Jangan gunakan obat atau ramuan yang tidak punya dasar ilmiah yang jelas dan tanpa petunjuk tenaga ahli.
9. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala yang diperlukan dan sesuai kondisi masing-masing
10. Gunakan obat dan suplemen yang diperlukan sesuai petunjuk ahli, untuk mengembalikan fungsi berbagai organ tubuh yang menurun dengan bertambahnya usia.

sumber:Gaya Hidup Sehat/ naskah, net/foto

Read Full 0 komentar
 

Free Blog Templates

Easy Blog Trick

Blog Tutorial

© 3 Columns Newspaper Copyright by SWARA ONLINE | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks