Tragedi Prio 1984: Tragedi Kemanusian Era Orba

oleh Prima Sp Vardhana / Radio Nederland
SEKITAR 25 tahun silam, di tempat sama terjadi sebuah peristiwa pelanggarn HAM (Hak Asasi Manusia) berat. Korban tragedi tersebut ada dua versi. Menurut pemerintah tidak lebih dari 80 korban jiwa, tapi menurut saksi mata Husein Safe (64th), jumlahnya lebih dari 300-an jiwa lebih. Dasar pertimbangannya adalah pemandangan yang disaksikan oleh mata kepalanya:
"Saya lihat tentara mengangkuti mayat demikian banyaknya. Truk tentara bolak-balik mengangkut mayat-mayat yang berserakan dijalan," kata pria betubuh agak legam itu dengan menitikkan air mata.
Tragedi itu bermula dari kabar burung, bahwa empat hari sebelum banjir darah di Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok, 1984. Anggota ABRI bernama Hermanu dikabarkan masuk ke mushala warga tanpa membuka sepatu. Hermanu mencopot dan merobek pamflet yang mengeritik kebijakan pemerintahan Soeharto. Soal Pancasila sebagai asas tunggal.
Sang tentara bahkan dikabarkan menyiram sebagian mushala dengan air got. Warga marah. Sepeda motor Hermanu dibakar. Empat warga yang membakar sepeda motor pun ditahan di Kodim Jakarta Pusat.
12 September 1984, warga menggelar Tabligh Akbar dekat kantor polisi. Ada ribuan jemaah yang berkumpul. Isi ceramahnya keras dan kritis terhadap pemerintahan Orde Baru. Barang langka kala itu. Ratono, salah satu korban Tanjung Priok, saat itu ikut berceramah.
Ratono: "Dan bagi semua yang menindas, pasti akan hancur dan kita kan tegar. Acara 25 tahun tragedi berdarah Tanjung Priok, orang yang berani mengeritik kebijakan pemerintah Orde Baru pada waktu itu sangat langka."
Demo damai
Sejam sebelum tengah malam, hujan turun. Tokoh masyarakat Amir Biki mengajak jemaah Tabligh Akbar untuk berdemo ke Kodim, menuntut pembebasan empat warga mereka yang ditahan di sana. Husein Safe ada di barisan terdepan.
Husein Safe: "Jam 10 malam itulah, baru ada rencana demo ke Kodim. Itu demo ya, bukan maksudnya apa-apa. Kita demo meminta empat teman kita dipindahkan ke sini, ke polres. Nah, karena itu kan urusan polisi bukan urusan TNI, nah itu yang kami minta."
Berjarak dua meter dari tentara, warga dihadang. Ada sebelas tentara, semuanya dalam posisi siap menembak.
Kaki Husein Safe tertembus peluru. Di kiri kanan Husein, orang mati atau terluka.
Rombongan kedua yang dipimpin Amir Biki pun tiba. Maksud hati hendak menyelamatkan Husein dan kawan-kawan. Lagi-lagi disambut dengan kekerasan. Rentetan tembakan hanya sepuluh menit, tapi terasa seperti sepanjang malam.
Tak lama empat truk dan satu mobil pemadam kebakaran datang. Korban tewas dan luka diangkut. Aspal yang hitam kemerahan langsung disiram air.
Jadi buron
Kisah penculikan mengisi fragmen berikutnya. Warga yang terlibat pengajian itu satu per satu menghilang. Ratono berupaya menghindar dengan tinggal berpindah-pindah.
Ratono: "Kayaknya ini sudah nggak aman. Saya langsung kabur, lari pulang. Pertama ke Ciputat, ke Bogor sebentar, terus Cianjur. Ya buronanlah, sampai terakhir saya ke Pandeglang. Pas 40 hari persis saya ditangkap. Itu pun karena isteri saya, yang terus diikutin sama intel. Gitu kan."
Aminatun yang membantu memperbanyak dokumen kronologis penembakan warga di Tanjung Priok, ikut diangkut bersama kakaknya.
Aminatun: "Malam tanggal 14 itu, digerebek rumah saya. Jam 12 saat saya mau tidur. Terus ketok-ketok pintu gitu loh. Ternyata melihat kakak saya sudah diborgol."
Ratono dan Aminatun dicecar pertanyaan seputar malam Tabligh Akbar. Lewat tangan tentara, siksaan mampir ke tubuh mereka.
Ratono: "Pokoknya tiga orang gebukin saya dari belakang. Di depan juga ada, terus sampai meleng begini kan di sel itu diborgol. Sampai saya bilang, Allahu Akbar! Tiga orang gebuk saya, meleng begini kan. Dihajar saya, Duash! Sampai pingsan, baru berhenti. Terus disetrum, Ces-ces-ces!"
Aminatun: "Waktu itu depresi saya, karena waktu itu, tiap malam diganggu. Jadi ditakut-takutin, ada yang mau memperkosa, ada yang mau masuk, mau dibunuh segala. Ya, sebenarnya, kalau buat saya kalau dibunuh itu kan mati, nggak masalah. Kenapa pakai ada suara-suara siksaan-siksaan. Jadi diperdengarkan suara-suara siksaan-siksaan itu setiap malamnya."
Dosa Turunan
Bertahun-tahun peristiwa berlalu, masih menyisakan kepedihan bagi keluarga korban. Hidup Wanmayetty sontak berubah begitu ayahnya menghilang dari bumi, pasca tragedi Tanjung Priok. Hidupnya berjalan terseok-seok. Sekolah mandek, cita-cita disimpan lagi dalam laci. Modal mereka kala itu hanya selembar ijazah SMA.
Wanmayetty: "Jadi, bukan bapakku saja yang hilang. Tapi pekerjaan juga hilang. Karena orang yang menjadi koneksi bapakku itu ketakutan menerima aku, karena aku dianggap eks-PKI. Jadi bekas-bekas PKI jaman dulu, bergerak kembali. Jadi digaris merahi, tiap wawancara digaris merahi. Bahwa kita warga Tanjung Priok, tak layak mendapat tempat kerja, dan kuliah pun sulit."
Diskriminasi pun jadi santapan sehari-hari. Adik Yetty, Nurhayati, misalnya, selalu dipersulit saat mengurus Surat Izin Kelakuan Baik.
Nurhayati: "Mba' dari Priok? Jakarta Utara? Saya bilang iya. Tapi dia nggak bilang sih saya ini korban Priok. Tapi dia bilang, kalau dari Priok biasanya banyak tato. Jadi alasan dia tuh begitu, jadi dia pengen, saya bisa buka baju. Di situ saya marah, saya ludahin tuh polisi, akhirnya saya keluar. Dari situ, kayaknya saya putus asa ngelamar ke sana ke mari. Saya ngerasa orang-orang itu mojokin saya."
Lima kali presiden berganti. Yang hilang tetap hilang. Korban dan keluarga korban belum mendapat keadilan.
Menunggu Keadilan
Hampir 25 tahun setelah peristiwa terjadi, barulah puluhan tentara diperiksa, termasuk Pangdam Jaya saat itu Try Sutrisno dan Panglima ABRI kala itu Benny Moerdani. Tapi tak semua petinggi TNI itu diajukan ke pengadilan pada 2003.
Padahal menurut Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, para petinggi TNI ketika itu, mengetahui, membiarkan dan memerintahkan penguburan diam-diam terhadap korban tewas. Bahkan diduga ikut terlibat dalam merencanakan penculikan dan penghilangan orang secara paksa.
Ifdhal Kasim: "Proses pengadilannya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan karena banyak sekali kelemahan dalam proses pengadilan ini. Kasus ini masih tetap mencari keadilan, karena upaya penyelesaiannya tidak memberikan hasil nyata bagi para korban. Bisa dikatakan, peristiwa Tanjung Priok baru diselesaikan secara parsial. Yang didapatkan korban baru partial justice."
Dari 23 pelaku yang direkomendasikan untuk diadili oleh Komnas HAM, Pengadilan HAM Ad Hoc menyusutkan jumlah terdakwa menjadi 14 tentara. Setelah berjalan tiga tahun, semuanya bebas: Mayjen RA Butar-butar, Mayjen Pranowo, Mayjen Sriyanto dan Kapten Soetrisno Mascung dan sepuluh anak buah mereka.
Islah
Warga Tanjung Priok pun dipecah belah lewat pemberian islah oleh tentara. Iming-iming uang 1 sampai 2,5 juta atau motor per orang membuat 85 dari total 100 korban Tanjung Priok ikut di belakang Pangdam Jaya Try Sutrisno. Logika yang ditawarkan Try Soetrisno kala itu adalah perdamaian.
Try Sutrisno: "Saya kira, bukan TNI saja, tiap perdamaian di tanah air itu, melegakan semua orang. Yang harus disadari. Apa kita mau terus jadi negara yang carut marut."
Padahal islah tak lebih dari sebuah sogokan demi memberikan keterangan palsu di pengadilan. Supaya saksi melunakkan, atau bahkan mencabut kesaksian. Aminatun tak pernah sudi menerima islah.
Aminatun: "Nah, kalau itu, hanya tipu daya, kalau islah itu hanya disuap uang recehan. Kemudian, disuruh ngaku, disuruh buat kesaksian yang diinginkan oleh mereka. Bikin rekayasa, bikin perlawanan."
Belasan korban yang tersisa terus bertahan, hingga kini. (*)

Kerusuhan Priok, Bukti Kesalahan Birokrat

oleh Prima Sp Vardhana / Kompas

Kejar, tendang, seret, tangkap, gebuk, tebas.... Rentetan kejadian itu berujung, tiga petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) meregang nyawa, dan 134 orang luka-luka.

Satpol PP terlibat bentrok dengan warga Tanjung Priok saat berupaya mengambil alih lahan di sekitar kawasan Kompleks Makam Priok di Koja, Jakarta Utara, Rabu.

Eksekusi lahan sekitar makam tokoh Muslim Al Arif Billah Hasan bin Muhammad Al Haddad atau dikenal sebagai Mbah Priok, berubah menjadi kerusuhan berdarah, karena massa dan Satpol PP tersulut emosi, yang berlanjut saling lempar batu dan baku hantam.

Dengan embel-embel imbauan "jangan meniru adegan ini", sebuah stasiun televisi swasta menayangkan gambar seorang anggota Satpol PP terlentang di jalan raya "rame-rame" dipukul, ditendang, dilempar bahkan dirajam batu massa.

Dalam bagian tayangan berbeda, sejumlah petugas satpol PP menendang dan mengeroyok seorang warga. Di antara anggota satpol PP itu ada yang tertangkap kamera sedang memukul warga sambil mengisap sebatang rokok.

Dari gambar pewarta foto, tampak seorang bocah berusia belasan tahun yang terlibat aksi lempar ke petugas, akhirnya ditangkap, diseret dan dijadikan "bulan-bulanan" petugas. Sekujur tubuh bocah itu bersimbah darah.

Massa berusaha menggulingkan kendaraan water canon milik polisi saat pecah bentrokan dengan Satpol PP. Warga juga membakar sedikitnya 46 unit kendaraan milik Satpol PP dan Polri termasuk truk dan kendaraan berat.

Korban tewas insiden Priuk mencapai tiga orang anggota Satpol PP yakni M. Soepono, bertempat tinggal di Kelurahan Tugu, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Israel Jaya bertempat tinggal di Jatibening, Pondok Gede, Bekasi dan Ahmad Tadjudin yang beralamatkan Kelurahan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Korban luka-luka, polisi sebanyak 10 orang, Satpol PP (69 orang) dan warga (55 orang).

Insiden ini membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa prihatin. Presiden meminta agar rencana penertiban kawasan makam itu dihentikan.

"Saya minta status quo," kata Yudhoyono, dalam jumpa pers menjelang tengah malam. "Pilih cara atau pendekatan yang baik dalam melakukan penertiban meskipun secara hukum benar," katanya menegaskan.

Insiden Priok yang mengakibatkan korban jiwa, luka-luka dan miliaran rupiah itu mengerucut kepada pertanyaan apakah bentrok itu cermin dari masyarakat yang memilih kredo kekerasan hanya bisa diselesaikan dengan kekerasan?

Jawabnya, kekerasan bagaikan penyakit menular, demikian ahli filsafat Gabriel Possenti Sindhunata SJ. "Setiap orang yang terlibat dalam kekerasan, ingin melampiaskan kekerasannya kepada orang lain," katanya.

Kekerasan adalah bumerang. Kekerasan balik mengejar, menendang, menyeret, menangkap, menggebuk dan menebas lawan yang melepaskannya atau melawannya.

Menurut Sindhunata, dilawan atau tidak dilawan bahkan dibiarkan, akhirnya kekerasan sendiri yang senantiasa keluar sebagai pemenang.

Kekerasan diibaratkan sebagai si jago merah, dipadamkan dengan diguyur dengan air malah menyala besar bahkan melalap bagian bangunan lain, atau meminta korban jiwa.

Kekerasan bagaikan wabah, tidak diketahui dari mana datangnya, tapi tiba-tiba dan serta merta menyambangi dan menghantam manusia.

Kejadian Priok sungguh menyesakkan. "Bagaimana mungkin bangsa yang konon diagung-agungkan sebagai bangsa halus budi pekertinya dapat mengejar, menendang, menyeret, menangkap, menggebuk, merajam dan menebas sesama sambil menyunggingkan senyum, atau seraya menghisap sebatang rokok?"

"Saya sampaikan belasungkawa atas peristiwa ini," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Sementara itu, Kepala Satpol PP Harianto Badjoeri mengatakan, "Pasti ada sanksi bagi yang melakukan penyerangan terlebih dahulu."

Meskipun demikian, ia menyebut dengan menggunakan kalimat kondisional, jika ada petugas Satpol PP yang terbakar emosi kemudian balik menyerang, tindakan itu merupakan hal wajar. "Itu adalah dinamika di lapangan, toh kita diserang duluan. Itu manusiawi," katanya.

Dalam insiden Priok, petugas Satpol PP tidak membawa senjata dan membawa tameng ketika melakukan penertiban sementara warga yang mencoba mempertahankan bangunan liar di sekitar makam Mbah Priok telah menyiapkan batu, clurit, golok, dan pedang samurai.

Kepolisian Daerah Polada Metro Jaya merespons dengan mengerahkan sekitar 600 personil untuk mengamankan Koja, Tanjung Priok. Ratusan personil polisi itu berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara dan Polres Metro Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Tanjung Priok, kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi melalui telepon selular di Jakarta, Kamis.

Semua sepakat kejadian Priok dapat dikategori sebagai tragedi kemanusiaan mengenaskan. Kejadian itu juga meneguhkan bahwa institusi kemasyarakatan sedang gonjang-ganjing karena ulah aparat dan warga yang brutal. Mereka lebih suka memakai bahasa kekerasan, yang berujung jatuhnya korban jiwa.

Insiden Priok sama dan sebangun dengan bahasa tragedi karena kental dengan kekerasan. Kekerasan selalu berbalas kekerasan, padu dalam istilah betawi, "Ente jual, ane beli". (*)

KERIS KUNO DI BAWAH SITUS MASJID

SEBILAH keris kuno ditemukan di situs mesjid kuno yang diyakini sebagai masjid kompleks keraton Mataram Islam di Pleret, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Sejauh ini, belum diketahui asal-usul keris berlekuk sembilan (luk songo) tersebut. Bilah keris sepanjang 45 sentimeter itu ditemukan oleh Tim Ekskavasi Situs Masjid Kauman Pleret di situs Masjid Kauman Pleret, Dusun Kauman, Wonokromo, Pleret, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (15/4/2010) petang. Keris ditemukan terkubur di kedalaman 120 sentimeter dengan kondisi tanpa pegangan maupun pembungkus. Lokasi penemuan berada sekitar lima meter di sisi luar bagian selatan fondasi bangunan induk masjid kuno. Ujung keris telah patah saat ditemukan. Seluruh bagiannya diselimuti tanah dan karat, sehingga detil keris tidak bisa dilihat. Namun, bagian dan lekuk keris masih dapat terlihat cukup jelas. Koordinator Lapangan Tim Ekskavasi Masjid Kauman Pleret Rully Andriadi mengatakan, keris tersebut ditemukan secara tak sengaja. "Tujuan kami semula adalah menemukan fondasi dan memetakan struktur bangunan mesjid kuno," katanya di lokasi penggalian, Jumat (16/4/2010). Hingga malam ini, belum diketahui asal-usul keris. Saat ini, tim ekskavasi gabungan Dinas Kebudayaan Provinsi DI Yogyakarta dan Balai Arkeologi Yogyakarta tengah berupaya membersihkan keris secara mekanis dengan menggunakan sikat dan kuas. "Yang pasti ini adalah keris kuno. Dilihat dari tingkat kerusakan dan karat, keris ini mungkin sudah terpendam beratus tahun," ujar Rully. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, keris akan dianalisa secara arkeologi untuk mengetahui usia dan jenis logam pembuat keris. Tim juga berencana melibatkan ahli keris untuk menentukan fungsi keris. Menurut Rully, penemuan keris ini menarik karena merupakan penemuan pusaka yang pertama di seluruh situs kompleks keraton Mataram Islam yang mulai diekskavasi secara bergilir sejak 2003. Ekskavasi yang berlangsung 1-31 April ini merupakan ekskavasi tahap ketujuh di Masjid Kauman Pleret. Selain situs Masjid Kauman Pleret, kompleks situs Keraton Mataram Islam meliputi situs Kerto, Pungkuran, Gunung Kelir, dan Kedaton. Menurut sejumlah referensi, kompleks Keraton Pleret dan Kerto merupakan pusat pemerintahan Mataram Islam sekitar Abad ke-17. Juru Kunci Situs Masjid Kauman Pleret Rahmat Fauzi mengatakan, berdasarkan bentuknya, keris diduga merupakan jenis Ki Brojol. Jenis ini biasanya digunakan dalam proses melahirkan karena diyakini dapat mengurangi rasa sakit. Selain itu, dalam penggalian tahap ketujuh di situs Masjid Kauman Pleret ini juga ditemukan potongan tulang serta gigi binatang. Terdapat pula temuan berupa empat fragmen keramik dan gerabah. "Tiga potongan adalah jenis keramik China dari Dinasti Ming dan satu potongan lagi jenis keramik Eropa," kata Arkeolog dari Balai Arkeologi Alifah. Menurut Alifah, temuan-temuan ini sangat berguna untuk mengungkap kehidupan di seputar keraton Mataram Islam itu. Sejauh ini, masih banyak hal yang belum diketahui mengenai keraton tersebut.
Tampilkan postingan dengan label RELATIONSHIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELATIONSHIP. Tampilkan semua postingan

Tak Pernah Bertengkar? Justru Harus Curiga!

Selasa, 20 Oktober 2009

BERTENGKAR adalah fenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga. Jika seseorang berkata, "Saya tidak pernah bertengkar dengan pasangan," kemungkinannya hanya dua: orang itu belum menikah atau ia tengah berdusta. Bertengkar itu sebenarnya diskusi yang digelontori muatan perasaan. 

Jika mengetahui etikanya, dalam bertengkar pun kita bisa mereguk hikmah. Justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam. Perasaan mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan-pesannya kental, lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi! 

Maria Herlina Limyati Msi Psi, dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, mengatakan, sesungguhnya yang jadi masalah bukan pernah atau tidak pernah bertengkar, melainkan bagaimana cara pasangan mengendalikan emosi agar pertengkaran tidak malah menimbulkan berbagai masalah baru dan berakhir dengan negatif. Kuncinya, tak lain, pola komunikasi, interaksi, keterbukaan, dan kepedulian dari masing-masing pasangan.

Jangan Ditahan!

Menurut Maria, tentu saja banyak keuntungan jika tak pernah bertengkar. Suasana rumah kondusif, tenang dan tidak tegang. Tapi suasana hati belum tentu, karena emosi yang tidak tersalurkan atau tidak terbuka, dapat menciptakan iklim psikologis lebih buruk dari pertengkaran itu sendiri. Masalahnya, amarah tak keluar atau tersalurkan.

"Bisa saja si istri yang memendam emosi, kemudian menyalurkan kepada anaknya. Anak salah sedikit, langsung dicubit atau dimarahi. Sementara suami, jika tak bisa menyalurkan emosinya dengan baik, bisa tak betah di rumah dan malah berulah macam-macam di luar rumah," katanya.

Maria menambahkan, emosi pasangan harus dikelola dengan baik. Nyatakan hal positif atau negatif yang dirasakan. Misalnya, "Aku merasa kesal karena..." Sebutkan alasannya dan jangan malah menyalahkan pasangan atas ketidak nyamanan perasaan yang Anda rasakan.

"Kalau memang ingin bertengkar, lakukan saja, tak perlu dipendam atau ditutupi karena bisa menimbulkan stres. Masalah memang harus diselesaikan dan dicari solusinya. Bicarakan secara baik-baik lalu cari titik temu. Lalu saling memaafkan dan tinggal berserah diri kepada Tuhan. Nyaman bukan?" tutup Maria.
(Mom& Kiddie//tty)
Read Full 0 komentar

8 Kebiasaan yang Bisa Merusak Hubungan

Minggu, 18 Oktober 2009


TAK jarang suatu hubungan rusak hanya karena kebiasaan kecil yang dilakukan oleh salah seorang dari pasangan. Hubungan yang sudah sangat erat dan tak mungkin terpisahkan pun bisa buyar karena masalah yang dianggap “sepele”. Majalah Glamour mendaftar sifat-sifat apa saja yang bisa memicu keretakan hubungan Anda dan si dia. Ini daftarnya;

1. Tidak bisa menerima
Menginginkan kekasih Anda untuk bisa mengeluarkan yang terbaik dari dirinya adalah hal yang baik. Namun, jangan sampai Anda ingin melakukan perubahan dalam diri si suami hingga ke penampilannya. Cobalah untuk menerima si dia apa adanya. Jika memang apa yang ada padanya sebegitu parahnya dan sudah saatnya diubah, maka usahakan untuk mengatakannya dengan baik-baik. Jangan sampai Anda mengkritik atau memaksanya untuk berubah drastis. Karena pesan yang akan ia terima hanyalah, “Kamu nggak cukup baik untuk aku.”

Cobalah berlakukan aturan 80-20. Maksudnya, ketika Anda sedang bersamanya, utarakan apa yang Anda kagumi tentangnya, lakukan hal ini sebanyak 80 persen. Hingga ketika Anda mengatakan hal yang tak Anda sukai tentangnya, maka hal itu tak akan terdengar sebagai salah satu poin daftar keburukannya di mata Anda. 

2. Mood mudah berubah
Kita hidup dalam zaman yang membuat orang tegang. Tak heran ketika stres melanda, kita bisa marah-marah kepada pasangan. Dalam kehidupan sehari-hari, perubahan mood yang mendadak bisa dimaafkan. Namun, bayangkan jika kita hidup bersama pasangan yang sering mengalami mood swing (perubahan mood yang drastis). Anda pasti akan berlari menjauh. Nah, jika Anda merasa sedang mengalami masa-masa mood swing (biasanya menjelang haid), cobalah untuk mengalihkan pikiran Anda dari hal-hal yang bisa membuat Anda ingin marah.  

3. Gosip
Tak ada yang mau dijadikan bahan gosip. Maka, ketika Anda sedang ada masalah dengan si dia, usahakan untuk mencoba menyelesaikannya secara dewasa. Cobalah mengurangi keinginan untuk menceritakan setiap detail masalah Anda dengan pasangan ke orangtua atau sahabat terdekat. Tak hanya Anda akan merasa malu ketika masa bertengkar itu usai, tapi Anda juga akan membuat si dia merasa dikhianati. Sebagai pasangan, ada baiknya Anda menjaga rahasia antara Anda dan dia berdua saja daripada merusak reputasi Anda dan pasangan di mata orang lain.

4. Melodrama
Jika Anda terus-menerus meneleponnya setiap kali ada teman kantor yang membuat Anda sebal, menghapusnya dari daftar teman di Facebook, atau mengancam putus setiap kali ada perbedaan pendapat, jangan heran kalau ia mencari wanita lain. Adalah hal yang melelahkan jika kita harus selalu berusaha menenangkan pasangan yang suka mendramatisasi keadaan setiap saat.

5. Jadi ibu kedua
Suami Anda pasti mencintai ibunya, dan ia pun pasti mencintai Anda. Namun, ketika Anda setiap hari memperlakukannya seperti anak kecil, maka Anda akan membuatnya ingin lari dari Anda. Anak-anak cenderung melakukan kebalikan dari apa yang diperintahkan orangtuanya, ketika perintah tersebut tak mau ia lakukan. Hal ini pun berlaku pada kehidupan berpasangan yang memiliki tipe hubungan layaknya ibu-anak (yang terlalu mengemong). 

6. Terlalu sering bersama
Menghabiskan waktu bersama orang yang Anda cintai adalah salah satu keuntungan dalam berhubungan, namun ada perbedaan dengan memiliki hubungan dari kembar siam. Banyak pria tertarik pada wanita yang mandiri dan percaya diri. Namun, tak jarang wanita yang awalnya memiliki karakter tersebut berubah 180 derajat begitu memiliki pasangan. Wanita bisa jadi sangat bergantung, dan menuntut waktu yang sangat banyak dari pasangannya. Sesekali luangkan waktu untuk Anda sendiri atau bersama teman-teman Anda. Biarkan ia juga menikmati waktunya sendiri. Tahukah Anda apa keuntungan dari menikmati "me time" seperti ini? Anda jadi sering merindukan si dia, selain jadi punya bahan obrolan. 

7. Cemburu
Meski ia seringkali mengingatkan Anda betapa ia mencintai Anda, namun hal itu tak menghentikan Anda untuk mengecek ponselnya kala ia sedang mandi. Atau, terus-terusan ngambek setiap kali melirik wanita cantik. Kecemburuan kecil memang sesekali diperlukan dalam sebuah hubungan. Namun menuduhnya selingkuh atau membombardirnya dengan pertanyaan setiap kali ia pergi sendiri pun, akan membuat orang paling sabar sedunia menjerit. Periksa sekali lagi, jangan-jangan kecemburuan Anda terhadap si dia tidak berdasar. 

8. Terlalu nyaman
Pada awal hubungan, kedua pihak harus memastikan bisa mencari cara untuk bersikap terbaik. Namun, seiring berjalannya waktu dan rutinitas, kita cenderung jadi pemalas dan tidak mau mengusahakan agar hubungan tetap hangat. Manusia senang untuk dirayu dan digoda, sama seperti Anda juga. Yang menyenangkan dari sebuah hubungan adalah menemukan hal-hal baru dari pasangan dan mencoba hal baru bersamanya. Ketika seorang wanita berhenti untuk berusaha menampilkan yang terbaik dari dirinya kepada pasangan, si pria akan merasa bahwa pasangannya tak lagi menyukainya. Tunjukkan pada pasangan Anda bahwa ia masih sangat berharga di mata Anda. Caranya dengan memberikan kejutan-kejutan manis untuknya. Ia akan menghargai usaha Anda dan berusaha untuk membalasnya.

Sumber: Glamour
Read Full 0 komentar

Bertengkar Membuat Tambah Mesra?

Minggu, 11 Oktober 2009
Siapapun orangnya, pasti pernah bertengkar dengan pasangan. Meskipun terkadang menyesakkan, ternyata acara bertengkar pun bisa membuat hubungan berpasangan semakin mesra, lho!



Anda pasti pernah bertengkar dengan pasangan gara-gara hal sepele, dan pergi meninggalkannya saat masih dalam keadaan marah. Pertengkaran bisa terjadi, misalnya, saat Anda dikerling seorang pria tampan, meski tak berarti Anda menanggapi kerlinganya. Atau, Anda suka berbohong kepada pasangan dengan mengatakan, kepala botaknya justru semakin menambah keseksiannya. Terdengar lumrah, bukan? 
 
Bagi orangtua jaman dulu, bertengkar, menggoda, digoda, atau berbohong merupakan kebiasaan yang tak dapat diterima di dalam suatu hubungan. Namun, beberapa pasangan terkadang melakukannya, bahkan pada pasangan yang tampaknya sangat serasi sekalipun. Berita baiknya, kebiasaan yang tak baik ini justru dapat memberikan pengaruh baik bagi hubungan jangka panjang Anda.

Bila Anda ingin tahu bagaimana kebiasaan yang kurang baik ini dapat memberikan pengaruh yang baik bagi hubungan Anda, bacalah beberapa 'penyalahgunaan' cinta yang dapat memperkokoh hubungan Anda berikut ini!

1. Menggoda atau Digoda
Percaya tidak, sedikit menggoda orang yang bukan pasangan sendiri, justru bisa memberikan manfaat pada hubungan Anda berdua. Ego menggoda orang lain bisa membuat Anda merasa seksi dan bersemangat, sama seperti saat pertama kali Anda bertemu dengan pasangan dulu.
Ingat, seiring berjalannya waktu, tak ada lagi hal-hal yang menggetarkan antara Anda dan pasangan. Anda berdua sudah saling terbiasa satu sama lain. Sehingga, menggoda atau digoda orang lain bisa membuat Anda merasa seksi, bergairah, pede, dan menarik.
Manfaat lainnya, Anda bisa membawa perasaan seksi itu ke rumah dan menggunakannya di tempat tidur bersama pasangan. Lagipula, bila pasangan melihat ada orang lain yang mengerling ke arah Anda, akan membuatnya tersadar, Anda merupakan seorang yang menarik. Sekaligus mengingatkannya, betapa beruntungnya dia memiliki Anda.

Namun, kapan acara menggoda atau digoda ini melewati batas? Kuncinya, Anda harus menyadari, bila yang Anda lakukan tak berhasil, bahkan membuat pasangan sangat marah, malu, dan menganggap Anda tak bisa dipercaya, jangan lakukan! Dan jujur kepada diri sendiri, bila Anda menggoda atau digoda, jangan menanggapinya dengan serius. Bila Anda melakukannya dengan serius dan konstan, berarti Anda dalam bahaya.

2. Egois
Berkompromi bukan berarti menemukan jalan tengah yang tepat atas setiap kondisi. Bila ada kata bijak dari suatu hubungan yang kerap kita dengar, pastilah kata "kompromi". Jadi, bagaimana mungkin kita boleh bersikap egois? Kuncinya, kompromi juga bisa berarti saat ini Anda melakukannya 100 persen dengan cara Anda, dan lain kali Anda melakukannya 100 persen dengan cara pasangan Anda. Saat melakukannya dengan cara

Anda, jangan sampai Anda merasa tak nyaman terhadap pasangan.
Sering kali pasangan berpikir, kita harus memberikan bobot yang sama dalam segala hal. Masalahnya, Anda tak memiliki batasan atas apa yang diberikan pasangan. Tentu saja, idealnya masing-masing saling memberikan segala yang dibutuhkan pasangannya. Sering kali apa yang dibutuhkan tak selalu jelas dan pasangan tak selalu mampu membaca jalan pikiran Anda. Itu sebabnya Anda harus menetapkan batasan, apakah pasangan memberikan yang Anda butuhkan ketika Anda memerlukannya atau tidak. Jika ya, terima hal itu sebagai kebahagiaan.

Nikmati juga kesendirian untuk beberapa saat atau mendapat perhatian dan rasa sayang yang tak harus selalu berarti berhubungan seks. Ini bisa menjadi resep atas perasaan kesal dan marah yang muncul pada Anda berdua. Anda bisa memulainya dari sekarang dan tak harus selalu menunggu pasangan memberikan apa yang Anda butuhkan. Mulailah dari hal-hal yang kecil untuk bisa membuat perubahan besar.
Misalnya, bila pasangan tak bisa menemani Anda menghadiri acara ulang tahun teman, pergilah sendiri. Bila pasangan Anda tak bisa memperbaiki keran yang bocor, panggillah tukang ledeng untuk memperbaikinya. Melakukan semuanya sendirian, bisa memberikan rasa puas. Ini jauh lebih baik daripada mengomel atau menggerutu karena pasangan tak bisa melakukannya. Bahkan, ini juga bisa membuat Anda lebih mencintai pasangan, bahagia, dan hubungan menjadi lebih langgeng.

3. Bertengkar
Bertengkar ternyata merupakan salah satu hal tersehat yang bisa Anda lakukan bersama pasangan untuk memupuk kemesraan. Memang betul, pertengkaran yang terjadi terus menerus tak baik bagi cinta Anda berdua. Sebab, tak jarang pasangan khawatir akan kemungkinan efek negatifnya. Mereka khawatir hubungan cintanya akan retak atau takut merasa dirinya menjadi tidak penting lagi bagi pasangannya. Namun, ada satu penelitian yang cukup mengejutkan: "Tidak pernah bertengkar sama buruknya dengan konflik yang konstan". Pada kenyataannya, berdebat merupakan salah satu hal tersehat yang dapat dilakukan Anda berdua.

Memikirkan pertengkaran sama halnya seperti kaca. Terkadang Anda harus membersihkan kaca-kaca itu dari kotoran. Tentu akan tampak berbeda, tetapi setelahnya akan berjalan lebih lancar. Bila Anda menahan rasa marah hingga menumpuk, bisa menyabotase kekuatan hubungan Anda berdua. Harus disadari, setiap pasangan tidak diciptakan sama persis. Salah paham bisa terjadi setiap saat dan tak bisa dihindari. Bahkan, kemarahan yang ditahan-tahan, justru bisa memisahkan Anda berdua. Jadi, lakukan pertengkaran dengan benar.

Bertengkar bisa menjadi alat untuk mempercepat penyelesaian masalah antara Anda berdua. Bertengkar tak selalu menghasilkan kata sepakat, tapi berguna untuk hubungan Anda. Sebab, bisa memperjelas perbedaan yang Anda berdua miliki, sekaligus memberikan solusi. Kunci untuk berargumentasi yang baik, Anda berhak untuk tidak setuju, tetapi harus tetap menghormati pasangan. Penelitian menunjukkan, pasangan yang bertengkar dengan cara mengkritik dan menghina pasangannya, punya kemungkinan lebih besar untuk berpisah atau bercerai. Jadi, Anda hanya harus berargumentasi mengenai masalah yang sama-sama dimengerti oleh Anda berdua, lalu mencari solusinya.

4. Pergi dari Pertengkaran
Ketika Anda bertengkar dengan pasangan, awalnya tampak seperti pertengkaran yang sehat, tapi kemudian jadi memanas. Anda marah dengan suara menggelegar dan mengatakan hal yang sama berulang kali. Jika begitu, hentikan dan tinggalkan! Apalagi, bila pertengkaran semakin memanas, detak jantung dan hormon stres meningkat. Sisi emosional otak Anda menjadi tinggi dan menutup sisi logika, sehingga Anda tak sanggup lagi bertengkar dengan emosi yang terkendali.

Bila salah satu dari Anda sangat marah, pertengkaran bisa jadi salah kaprah dan akhirnya merusak. Begitu Anda mulai membahas masa lalu, luka lama akan terungkit kembali. Di saat-saat seperti ini, Anda tak akan bisa berbicara tenang atau berpikir jernih. Untuk menghindari kata-kata kasar atau melakukan kekerasan fisik, sadari segera dan tenangkan diri Anda. Begitu juga sebaliknya, bila Anda melihat pasangan sangat emosi, sebaiknya Anda bersikap lebih tenang dan minta time out, alias waktu jeda.

Bila pertengkaran Anda sering cepat menghebat, cobalah untuk meredamnya. Buat aturan, bila salah satu dari Anda memberikan tanda time out, hentikan pertengkaran. Tak perlu bertanya kenapa, cukup tenangkan diri saja. Bila sudah larut malam dan Anda merasa sudah waktunya tidur, ya tidurlah. Memang, terkadang Anda berdua jadi harus pergi tidur dalam keadaan marah.

Bila Anda pergi dari suatu pertengkaran, jangan pergi untuk selamanya. Masalah bagi kebanyakan pasangan, bukan karena pertengkaran yang terlalu panjang, tapi justru pertengkaran yang terlalu pendek. Mereka meninggalkan pertengkaran karena sangat marah, tetapi tidak membahasnya lebih lanjut dengan alasan merasa tak nyaman untuk memulainya kembali. Buat komitmen, Anda akan membahas masalahnya lagi bila keduanya sudah tenang dan membicarakannya dengan kepala dingin.

5. "White Lies"
Terkadang, lebih mudah mengatakan white lies, alias bohong halus, daripada mengatakan kebenaran. Namun, hati-hati, kebohongan yang tampaknya baik-baik saja pada awalnya, bisa meledak di kemudian hari. Pasangan Anda mungkin mengatakan, "Tidak, kok, potongan rambut kamu tidak jelek." Atau, "Saya suka sekali masakan kamu, Sayang." Ya, white lies memang lebih mudah diucapkan daripada mengatakan yang sebenarnya. Jika melakukan white lies, Anda tak boleh merasa bersalah, bila ini berhubungan dengan cinta. Toh, kejujuran tak selalu merupakan cara yang terbaik.

Tapi ingat, Anda harus memperhatikan kebohongan yang tadinya tampak baik-baik saja, bisa meledak di kemudian hari. Tidak dibenarkan Anda berbohong untuk menghindari konfrontasi yang memang harus terjadi. Misalnya, Anda berbohong tentang pengeluaran pribadi ketika Anda berdua justru sedang memperketat keuangan, sebab sedang menyicil rumah.

Cepat atau lambat kebenaran akan terungkap. Bukan saja masalah akan meledak, tetapi kecurangan juga akan terjadi. Ini merupakan bagian yang terburuk dalam hubungan Anda berdua. Kecurangan bisa membuat pasangan ragu-ragu dan menganggap Anda tak bisa lagi dipercaya. Jika ingin berbohong, pikirkan saja apa yang layak didengar pasangan dan lakukan dengan "benar" untuknya.(Nova/vd)
Read Full 0 komentar
 

Free Blog Templates

Easy Blog Trick

Blog Tutorial

© 3 Columns Newspaper Copyright by SWARA ONLINE | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks